“Pintu Suci ini tertutup, tetapi pintu rahmat-Mu tidak tertutup,” doa Paus Leo XIV. Ia memohon agar rahmat ilahi senantiasa terbuka bagi seluruh peziarah di dunia.
Dalam refleksinya, Paus Leo XIV menyampaikan bahwa Yubelium kali ini diwarnai oleh “arus tak terhitung peziarah pengharapan.”
Baca Juga:
Berakhir Sudah Tahun Jubelium Pengharapan 2025, Paus Leo XIV Menutup Pintu Suci Basilika St. Petrus
Menurutnya, para peziarah melintasi pintu basilika sebagai simbol perjalanan iman menuju “Yerusalem baru, kota yang pintunya selalu terbuka.”
Motto Peregrinantes in Spem menjadi penanda kuat peran Gereja di tengah dunia yang dilanda berbagai krisis.
Tema tersebut ditetapkan oleh Paus Fransiskus sebagai seruan agar umat manusia tetap memelihara pengharapan di tengah konflik dan tantangan global.
Baca Juga:
Paus Leo XIV Ajak Media Menjadi Penabur Damai dan Penebar Kasih
Setelah penutupan Porta Santa, Paus Leo XIV memimpin Perayaan Misa Epifani di Basilika Santo Petrus.
Dalam homilinya, ia menegaskan bahwa tempat-tempat ziarah semestinya “menyebarkan aroma kehidupan.”
“Sungguh luar biasa bagi kita untuk terus menjadi peziarah bersama,” kata Paus Leo XIV.