WahanaNews.co | Lagi, Rusia menangkap tentara Inggris yang berperang membela Ukraina.
Setekah ditangkap, TV Rusia mempermalukan tentara itu.
Baca Juga:
Siap Kuasai Udara, Rusia Tampilkan Prototipe Senjata Laser Antidrone
Andrew Hill, yang berasal dari Playmouth, muncul di TV Rusia Rossiya 1 setelah dirinya ditangkap oleh pasukan Rusia di Mykolaiv.
Kondisinya sangat mengenaskan saat muncul di TV Rusia tersebut.
Terlihat kepala Hill harus dibalut perban dan tangannya harus dibebat dan menggunakan penahan.
Baca Juga:
Perang Makin Panas, Rusia Lancarkan 90 Drone Shahed Iran ke Ukraina
Penangkapan ini terjadi tak lama setelah Scott Sibley, prajurit Inggris lainnya, tewas terbunuh di Ukraina.
Sebelumnya, dua kombatan Inggris yakni Shaun Pinner dan Aiden Aslin juga telah ditangkap oleh pasukan Rusia dan juga dipermalukan.
Hill terlihat ketakutan dan lemah saat diinterogasi oleh Rossiya 1.
Saat ditanya berapa lama ia akan ditahan sebelum kembali ke Inggris, ia mengaku tak tahu mengenai hal itu.
Tetapi, ia menegaskan bahwa saat ini ia berada dalam kondisi yang aman.
“Andre Hill meletakkan tangannya dan menyerah kepada militer Rusia di Mykolaiv, setelah kelompok tentara bayaran yang berjuang dengannya dikalahkan dan ia sendiri terluka,” bunyi pernyataan saluran TV itu dikutip dari Daily Star, Sabtu (30/4/2022).
Ukraina sendiri terus membantah mereka menggunakan tentara bayaran untuk melawan pasukan Rusia.
Hill mengungkapkan bahwa ia berada dalam satu kelompok yang terdiri dari tujuh tentara.
“Saya sebenarnya tak tahu siapa mereka,” ujarnya saat ditanya oleh interogator.
Ia juga mengungkapkan bahwa informasi yang mereka miliki sangat sedikit.
Hill mengatakan pasukannya tak diberitahu mengenai banyak hal selama perang.
Sebelumnya, Rusia dikabarkan telah mempublikasikan daftar 100 tentara bayaran asal Inggris yang berperang di Ukraina.
Tetapi dalam daftar nama tersebut tak ada Scott Sibley, prajurit Inggris yang dikonfirmasi telah tewas saat bertempur melawan Rusia.
Saluran Telegram pro-Rusia, Rybar, mengeklaim 100 nama warga Inggris yang dipublikasikan tersebut merupakan bagian dari Legiun Internasional Pertahanan Teritorial Ukraina.
Batalion tersebut beranggotakan warga negara asing yang bergabung dengan angkatan bersenjata Ukraina untuk melawan Rusia.
“Pada 5 April, kami mengatakan ada kurang dari 700 orang di sana, termasuk karyawan PMC (perusahaan militer swasta),” bunyi laporan dari saluran pro-Rusia itu dikutip dari Daily Mail, Jumat (29/4/2022).
“Kini Anda tahu nama mereka, tanggal lahir dan nomor identitas mereka,” tambahnya.
Namun, ketiadaan nama Sibley membuat autentisitas daftar tersebut dipertanyakan.
Selain itu, tak diketahui dari mana daftar itu didapatkan.
Tetapi Rybar mengisyaratkan bahwa daftar itu didapat dari kantor Gubernur Mykolaiv, Vitaly Kim.
Pada daftar tersebut juga tak ditemukan nama prajurit Inggris yang ditahan Rusia di Mariupol.
Publikasi itu muncul pada hari yang sama saat pejabat militer Ukraina merilis gambar dan nama 10 tentara Rusia yang terkait dengan kejahatan perang di Bucha.
“10 jagal Rusia dari Brigade ke-64 yang bertanggung jawab atas pembantaian Bucha telah diidentifikasi dan diketahui namanya,” bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan Ukraina.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Inggris telah mengonfirmasi kematian Sibley dan menghilangnya pria Inggris kedua.
Keduanya dilaporkan bertempur bersama tentara Ukraina sebagai sukarelawan untuk melawan Rusia. [qnt]