WAHANANEWS.CO - Seorang taipan asal Uni Emirat Arab, Sultan Ahmed bin Sulayem, mundur dari jabatannya setelah namanya muncul dalam dokumen terbaru terkait kasus Jeffrey Epstein.
Ahmed bin Sulayem dikenal sebagai figur berpengaruh dalam perdagangan global dan sebelumnya menjabat sebagai CEO DP World, salah satu operator pelabuhan terbesar di dunia, selama hampir tiga dekade.
Baca Juga:
Dit Bimas Polda Jambi Hadiri HUT ke-48 SMAN 3 Jambi, Dorong Generasi Muda Berkarakter dan Siap Hadapi Indonesia Emas
Mengutip laporan CNN, kantor media Pemerintah Dubai mengumumkan bahwa DP World telah menunjuk CEO baru pada Jumat (13/2). Posisi tersebut kini diisi oleh Yvraj Narayan, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Keuangan perusahaan tersebut.
Nama Muncul Ribuan Kali
Nama Ahmed bin Sulayem tercatat muncul ribuan kali dalam kumpulan data dokumen Epstein yang baru dirilis. Dalam sejumlah komunikasi, Epstein menyebutnya sebagai sosok yang lucu, terpelajar, ahli, dan sahabat dekat.
Baca Juga:
Nama Trump Disebut 1.800 Kali, Jutaan Dokumen Epstein Dibuka ke Publik
Pesan-pesan antara keduanya menunjukkan hubungan yang berlangsung selama bertahun-tahun, berisi percakapan bernada misoginis, materi seksual eksplisit, hingga pembahasan proposal bisnis. Komunikasi itu disebut telah terjalin setidaknya selama satu dekade, termasuk setelah Epstein mengaku bersalah atas tuduhan prostitusi anak pada 2009.
Pada Selasa (10/2), Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) merilis nama-nama tambahan yang sebelumnya disensor dalam dokumen tersebut. Laporan terbaru menyoroti enam pria, termasuk Ahmed bin Sulayem.
Dampak terhadap Perusahaan