WAHANANEWS.CO - Militer Amerika Serikat menyatakan telah menewaskan tiga terduga penyelundup narkoba dalam serangan terhadap sebuah kapal di perairan Karibia, Jumat (13/2/2026) waktu setempat, sehingga total korban tewas dalam kampanye anti-narkoba Washington kini mencapai setidaknya 133 orang sejak awal operasi, menurut pernyataan Komando Selatan AS yang diposting di X, dilansir media internasional.
"Tiga teroris narkoba tewas selama aksi ini. Tidak ada pasukan militer AS yang terluka," demikian kata Komando Selatan AS dalam pernyataannya di media sosial X.
Baca Juga:
Elite Tak Kebal Hukum, Eks Perdana Menteri Georgia Divonis 5 Tahun Penjara
Militer AS mulai menyerang kapal-kapal yang diduga terlibat penyelundupan narkoba di kawasan Karibia dan Samudra Pasifik bagian timur sejak awal September tahun lalu sebagai bagian dari kampanye yang diperluas pemerintah Presiden Donald Trump untuk menumpas “teroris narkoba”.
Meski Pentagon dan Komando Selatan AS mengklaim target mereka adalah kapal yang bergerak di rute perdagangan narkotika, pejabat AS belum mengungkapkan bukti pasti bahwa kapal yang diserang benar-benar terlibat dalam perdagangan narkoba.
Serangan-serangan ini telah memicu debat internasional sengit tentang legalitas dan implikasi hak asasi manusia, karena kritikus menilai operasi tersebut berpotensi merupakan pembunuhan di luar proses hukum meskipun sasarannya disebut sebagai pelaku penyelundupan narkoba.
Baca Juga:
Klaim Tak Butuh Hukum Internasional, Trump Tegaskan Siap Pakai Kekuatan demi Kepentingan AS
Lebih jauh, serangan terbaru ini terjadi hampir enam minggu setelah penangkapan pemimpin Venezuela, Nicolás Maduro, oleh pasukan khusus AS, yang menurut otoritas AS menjadi bagian dari upaya mendorong perubahan rezim di negara Amerika Selatan tersebut.
Maduro kini berada di penjara AS dan telah menyatakan diri tidak bersalah atas tuduhan narkoba dan senjata yang dijatuhkan kepadanya.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.