Mereka menjual Al Qur’an, hadits dan sejarah Islam, serta tokoh politik Islam terkemuka seperti Sayyid Qutb.
“Nawa Editions” mengatakan, tuduhan itu tidak berdasar dan keputusan itu murni politis.
Baca Juga:
Jet Tempur Mirage 2000 Unjuk Gigi, Hancurkan Kh-101 Rusia di Langit Ukraina
“Seperti yang Anda ketahui melalui media, organisasi kami berada di bawah ancaman pembubaran karena alasan politik murni,” kata “Nawa Editions” dalam sebuah pernyataan.
Selama setahun terakhir, pihak berwenang Prancis telah menutup badan amal Islam terbesar di negara itu dan organisasi anti-Islamofobia.
Mereka juga menargetkan masjid dan imam.
Baca Juga:
Dorong Transformasi Ekonomi, Indonesia Percepat Langkah Bergabung dengan OECD
Idriss Sihamedi, kepala badan amal Muslim Baraka City, mengatakan: “Pemerintah telah menjadi radikal. Kami menghadapi ideologi yang hanya ingin memerangi Islam dan Muslim.” [qnt]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.