WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pernyataan kontroversial dari lingkaran dekat Donald Trump memicu gelombang kritik luas setelah sang penasihat spiritual menyamakan perjalanan hidupnya dengan Yesus Kristus, Kamis (3/4/2025).
Penasihat spiritual pribadi Donald Trump, Paula White-Cain, menuai kecaman setelah membandingkan kehidupan presiden Amerika Serikat tersebut dengan Yesus Kristus dalam sebuah acara makan siang Paskah di Gedung Putih.
Baca Juga:
Harga BBM Melesat, Publik Marah: Posisi Trump Terancam di Pemilu 2026
Pernyataan itu muncul di tengah kritik dari kalangan Gereja Katolik di Vatikan terhadap sikap dan kebijakan Trump yang dinilai agresif terkait isu perang.
"Yesus mengajarkan begitu banyak pelajaran melalui kematian, penguburan, dan kebangkitan-Nya, Dia menunjukkan kepada kita kepemimpinan yang hebat, transformasi yang besar membutuhkan pengorbanan yang besar,” ujar White-Cain.
Dalam pidatonya, ia menarik paralel antara cobaan yang dialami Yesus dengan berbagai proses hukum serta ancaman pembunuhan yang pernah dihadapi Trump.
Baca Juga:
Selat Hormuz Ditutup Iran, Usulan Trump Justru Jadi Bahan Ejekan
"Dan Tuan Presiden, tidak ada seorangpun yang membayar harga seperti Anda yang telah membayar harganya, ini hampir membuat Anda kehilangan nyawa, Anda dikhianati, ditangkap, dan dituduh secara keliru, ini adalah pola umum yang ditunjukkan oleh Tuhan dan penyelamat kita," katanya.
White-Cain melanjutkan dengan menyampaikan narasi kebangkitan sebagai simbol kemenangan atas tantangan yang dihadapi.
"Tuhan selalu punya rencana, pada hari ketiga Dia bangkit, Dia mengalahkan kejahatan, Dia menaklukkan kematian, neraka, dan kubur, dan karena Dia bangkit, kita semua tahu bahwa kita bisa bangkit, dan Pak, karena kebangkitan-Nya, Anda bangkit," tambahnya.
Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa Trump akan meraih kemenangan dalam setiap langkahnya ke depan.
"Dan aku percaya bahwa Tuhan berkata kepadamu, karena kemenangannya, kamu akan menang dalam segala hal yang kamu lakukan," katanya.
Trump merespons pernyataan tersebut dengan senyuman dan ucapan terima kasih di hadapan para tamu yang hadir.
Namun, pernyataan White-Cain langsung menuai reaksi keras di media sosial dan kalangan teolog.
"Menghujat, sungguh menakjubkan melihat seorang Uskup AS berdiri di atas panggung sementara Paula White membandingkan Trump dengan Yesus Kristus," tulis teolog Katolik Rich Raho.
White-Cain diketahui telah lama memiliki hubungan dengan Trump sejak 2002 setelah Trump menghubunginya usai melihat tayangannya di televisi.
Ia kemudian resmi ditunjuk sebagai penasihat agama di Gedung Putih pada 2019 di bawah Kantor Penghubung Publik dan menjadi bagian penting dalam upaya Trump mempertahankan dukungan dari kalangan Kristen evangelis.
Selain itu, White-Cain juga pernah dipercaya untuk memberikan pidato dalam pelantikan presiden Amerika Serikat pada 2017.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]