WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kesepakatan damai Amerika Serikat dan Iran yang diteken secara digital justru memantik gelombang kritik keras dari sejumlah media AS karena dinilai terlalu menguntungkan Teheran.
Sejumlah media Amerika Serikat menyoroti penandatanganan nota kesepahaman antara AS dan Iran untuk mengakhiri perang yang disebut telah berlangsung sejak Februari lalu.
Baca Juga:
Sony Sonjaya Bongkar Dugaan CCTV Fiktif MBG Rp300 Miliar, Kejagung Diminta Usut Siapa Dalangnya
Media-media tersebut mengecam konsesi Presiden AS Donald Trump kepada Iran karena dinilai tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh Washington.
"Gedung Putih menyetujui perpanjangan gencatan senjata ini yang tidak memenuhi tujuan sebelum perang, namun memberikan konsesi keuangan yang sangat besar kepada Teheran," demikian laporan jaringan televisi AS, MS NOW.
Laporan itu menyebut pemerintahan Trump kini berupaya keras membantah anggapan bahwa kesepakatan tersebut menjadi kemenangan diplomatik bagi Iran.
Baca Juga:
20 Kampus Terbaik Indonesia Versi QS WUR 2027, UI Masih Tak Tergoyahkan
"Sekarang, pemerintah berusaha mati-matian untuk berargumentasi sebaliknya. Sederhananya, Trump dipermainkan oleh Iran, dan tidak ada yang mau menerima tawarannya," lanjut laporan MS NOW.
Kritik serupa juga muncul dari Fox News, saluran berita yang selama ini kerap dianggap lebih ramah terhadap pemerintahan Trump.
Fox News mengutip sejumlah kritikus yang menilai perjanjian tersebut memberikan keuntungan finansial besar bagi Iran.