WAHANANEWS.CO, Jakarta - Dunia langsung menahan napas ketika Amerika Serikat dan Iran mengumumkan kesepakatan sementara untuk menghentikan perang dan membuka kembali Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur vital energi global.
Kesepakatan sementara itu diumumkan setelah konflik kedua negara mengguncang jalur pelayaran internasional dan membuat ratusan kapal sempat tertahan di dua sisi Selat Hormuz.
Baca Juga:
AS dan Iran Akhiri Perang, Selat Hormuz Kembali Dibuka untuk Dunia
Para pejabat AS dan Iran dijadwalkan bertemu di Swiss pada 19 Juni 2026 untuk menandatangani perjanjian secara resmi.
Rencana penandatanganan tersebut menunjukkan bahwa sejumlah bagian dari kesepakatan kemungkinan masih perlu dirampungkan sebelum dokumen final dibuka kepada publik.
Hingga kini, belum ada naskah resmi yang diterbitkan oleh kedua belah pihak.
Baca Juga:
Harga Pangan Bisa Melonjak, Perang AS-Iran Ancam Pasokan Pupuk Dunia
Kondisi itu membuat sejumlah poin paling sensitif dalam kesepakatan diperkirakan baru akan dibahas lebih lanjut pada tahap perundingan berikutnya.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya berjanji pada Sabtu (13/6/2026) bahwa kesepakatan akan tercapai pada Minggu (14/6/2026), bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-80.
Trump menyebut kesepakatan tersebut sebagai langkah besar yang akan mengubah situasi keamanan kawasan.