Situasi itu membuat tekanan ekonomi terhadap Iran menjadi salah satu instrumen utama yang kembali digunakan Washington.
Perluasan Tekanan Ekonomi
Baca Juga:
Iran Bantah Keras Klaim AS, Kesepakatan Buka Selat Hormuz Ternyata Belum di Depan Mata
Langkah terbaru Trump dipandang sebagai bagian dari perluasan kampanye tekanan ekonomi terhadap Teheran melalui operasi yang disebut Economic Fury.
Operasi tersebut diluncurkan pada April dan diarahkan untuk menekan bank serta perusahaan asing yang masih menjalankan aktivitas bisnis dengan Iran.
Trump menyatakan dirinya melancarkan “D-Day ekonomi” terhadap Iran karena Teheran dinilai gagal mencapai kesepakatan dengan Washington.
Baca Juga:
Trump Murka! Netanyahu Bongkar Isu Nuklir Iran ke Publik, Hubungan AS-Israel Memanas
Ia kemudian memberikan peringatan keras kepada negara maupun pihak lain yang memberikan dukungan finansial dan ekonomi kepada Iran.
Peringatan tersebut tidak hanya ditujukan kepada pemerintah negara lain, tetapi juga mencakup berbagai institusi yang dianggap membantu aktivitas ekonomi Iran.
Trump menyebut lembaga keuangan, perusahaan, bandara, hingga entitas pemerintah yang memberikan fasilitas atau dukungan kepada Iran dapat menghadapi konsekuensi ekonomi.