WAHANANEWS.CO, Jakarta - Langkah drastis kembali diambil Presiden Donald Trump ketika Amerika Serikat resmi ditarik keluar dari puluhan organisasi internasional dalam satu keputusan yang langsung mengguncang tatanan global.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani dekrit penarikan AS dari total 66 organisasi internasional yang terdiri atas 35 lembaga non-Perserikatan Bangsa-Bangsa dan 31 badan di bawah naungan PBB.
Baca Juga:
Klaim Tak Butuh Hukum Internasional, Trump Tegaskan Siap Pakai Kekuatan demi Kepentingan AS
Penandatanganan keputusan tersebut dilakukan pada Rabu (7/1/2026) malam waktu setempat dan segera diumumkan oleh Gedung Putih.
Gedung Putih menyatakan keputusan itu diambil karena organisasi-organisasi internasional tersebut dinilai tidak lagi sejalan dengan kepentingan nasional Amerika Serikat.
Puluhan lembaga itu juga dianggap mendorong kebijakan iklim yang disebut radikal, tata kelola global, serta agenda ideologis yang dinilai bertentangan dengan kedaulatan dan kekuatan ekonomi AS.
Baca Juga:
AS Kucurkan Rp757 Miliar untuk Thailand dan Kamboja demi Perkuat Gencatan Senjata
“Penarikan diri ini akan mengakhiri pendanaan dan keterlibatan pembayar pajak Amerika dalam entitas yang mengedepankan agenda globalis di atas prioritas AS, atau yang menangani isu-isu penting secara tidak efisien dan tidak efektif sehingga dana publik AS lebih tepat dialokasikan untuk mendukung misi lain yang relevan,” kata Gedung Putih.
Sejumlah badan PBB yang ditinggalkan AS antara lain Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial, Dewan Ekonomi dan Sosial PBB atau ECOSOC, Komisi Ekonomi dan Sosial untuk Asia dan Pasifik, Komisi Hukum Internasional, Mekanisme Sisa Internasional untuk Pengadilan Pidana, serta Pusat Perdagangan Internasional.
Seperti dilaporkan Reuters, kebijakan tersebut merupakan hasil tinjauan menyeluruh pemerintahan Trump terhadap seluruh organisasi antarpemerintah, konvensi internasional, serta perjanjian global yang diikuti Amerika Serikat.
Pada masa jabatan pertamanya, Trump juga pernah menarik AS dari sejumlah perjanjian dan organisasi internasional, termasuk kesepakatan nuklir dengan Iran.
Memasuki tahun kedua masa kepresidenannya saat ini, Trump kembali mendorong pengurangan pendanaan Amerika Serikat untuk PBB serta menghentikan keterlibatan AS dengan Dewan Hak Asasi Manusia PBB.
Trump juga memperpanjang penghentian pendanaan untuk badan bantuan Palestina UNRWA dan menarik AS dari badan kebudayaan PBB, UNESCO.
Selain itu, Trump telah mengumumkan rencana penarikan Amerika Serikat dari Organisasi Kesehatan Dunia serta Perjanjian Iklim Paris sebagai bagian dari agenda penataan ulang kebijakan luar negeri AS.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]