WahanaNews.co | Turki melancarkan serangan udara pertamanya dalam 17 bulan
terakhir ke basis Kurdi di Suriah pada Sabtu (20/3/2021) malam
waktu setempat.
"Sebuah jet tempur Turki telah
menghantam posisi militer Pasukan Demokratik Suriah (SDF) di Desa Saida, Ain
Issa, yang menimbulkan ledakan keras," ujar Observatorium Suriah untuk Hak
Asasi Manusia (SOHR), melansir AFP.
Baca Juga:
Mengejutkan! Perancis Sebut Serangan AS-Israel ke Iran Ilegal
Serangan udara ini merupakan yang pertama
kali diluncurkan sejak Operasi Mata Air Perdamaian dimulai pada 2019 lalu oleh
Turki dan sekutu Suriah-nya melawan SDF.
Operasi itu terputus setelah dua
kesepakatan yang dinegosiasikan oleh Turki bersama Amerika Serikat dan Rusia.
Kesepakatan itu memungkinkan Turki
menguasai "zona aman" di dalam Suriah sepanjang 120
kilometer.
Baca Juga:
Trump Tegaskan Kemungkinan Luncurkan Serangan Kedua ke Venezuela
Desa Ain Issa bagaimana pun berada di
bawah tangan pasukan Kursi.
Serangan udara itu terjadi bersamaan
dengan bentrokan dan kekerasan serta tembakan roket yang intensif di garis depan
distrik Ain Issa antara pasukan SDF dan faksi yang didukung Turki.
SOHR juga telah mengonfirmasi adanya
korban akibat insiden tersebut.
"Bentrokan antara kedua belah
pihak telah berlangsung selama 24 jam terakhir. Pasukan Turki kesulitan untuk
maju sejak SDF menghancurkan sebuah tank Turki," ujar Direktur SDF, Rami
Abdul Rahman.
Unit Perlindungan Rakyat yang
merupakan komponen penting dari SDF dianggap Turki sebagai "cabang teroris" dari Partai Pekerja Kurdistan yang
terlarang.
Namun, mereka juga menjadi sekutu
utama Amerika Serikat dan lainnya dalam pertempuran melawan kelompok Negara
Islam (ISIS) di Suriah. [dhn]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.