WAHANANEWS.CO, Jakarta - Hizbullah menentang pembicaraan langsung antara Lebanon dan Israel serta tidak mengharapkan hasil positif dari perundingan tersebut, kata Wakil Kepala Dewan Politik Hizbullah, Mahmoud Komati, kepada RIA Novosti.
"Gencatan senjata di Lebanon terjadi berkat Iran. Kami tidak mengharapkan hasil positif (dari pembicaraan) mengenai Lebanon. Kami secara tegas menolak pembicaraan langsung antara Lebanon dan musuh Israel, dan sama sekali tidak menerimanya," kata Komati.
Baca Juga:
Heboh Laporan ke Menteri Keuangan: Bea Cukai Jambi Diduga Longgar, Rokok Ilegal Masuk dari Pelabuhan Tungkal
Menurut pimpinan kelompok tersebut, sikap keras Iran lah yang memaksa Amerika Serikat dan Israel untuk menyetujui pembicaraan gencatan senjata di Lebanon. Sementara itu, Washington dan Tel Aviv berusaha menggambarkan situasi seolah-olah mereka yang memulai pembicaraan tersebut.
"Tekanan ke arah ini berasal dari fakta bahwa Israel tidak mengakui Lebanon maupun negara Lebanon dan menolak usulan presiden mengenai negosiasi; dan tiba-tiba hari ini, Israel setuju untuk bernegosiasi dengan Lebanon. Ini terjadi berkat Iran, sebagai akibat dari kemenangan Republik Islam di Iran dan kemenangannya atas Israel dan Amerika Serikat," tegas Komati.
Dia menambahkan bahwa hal itu disebut sebagai dampak dari kemenangan Iran, yang mendorong Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk segera memulihkan otoritas di Lebanon supaya gencatan senjata tidak terlihat sebagai hasil upaya Iran.
Baca Juga:
PBB Prihatin Serangan di Gaza, Serukan Semua Pihak Patuhi Gencatan Senjata
Stasiun penyiaran Saudi Al Hadath melaporkan, dengan mengutip sumber resmi Lebanon, bahwa pembicaraan Lebanon dan Israel akan berlangsung pada Selasa (14/4/2026). AS menjamin Lebanon bahwa Israel tidak akan mengebom Beirut sebelum pembicaraan itu dimulai.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.