WahanaNews.co | Presiden Turki, Recep
Tayyip Erdogan, pada Senin (15/2/2021), menuding Amerika Serikat (AS)
berpihak kepada "teroris".
Pernyataan
tersebut dilontarkan Erdogan setelah milisi Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di
wilayah utara Irak dituduh mengeksekusi 13 orang Turki pada Minggu (14/2/2021).
Baca Juga:
Elon Musk Serukan Pemakzulan Trump! Drama Politik AS Makin Panas
Di
antara para korban tersebut, kebanyakan merupakan tentara dan polisi. Sebelum
dieksekusi, ke-13 korban diculik dan dibawa ke sebuah gua.
Turki
mengatakan, ke-13 orang Turki tersebut dieksekusi oleh PKK,
sebagaimana dilansir dari AFP.
PKK
sendiri menyatakan, ke-13 orang Turki tersebut tewas ketika pasukan Turki mengebom
gua tempat orang-orang itu ditahan.
Baca Juga:
Dolar Tersingkir, 93% Transaksi EAEU Kini Gunakan Mata Uang Lokal
Erdogan
bertutur, Turki memang melancarkan operasi militer untuk menggempur markas PKK
di Irak utara untuk membebaskan ke-13 sandera tersebut.
Kementerian
Luar Negeri AS pada Minggu menyesalkan kematian warga Turki tersebut.
Namun,
Kementerian Luar Negeri AS menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu konfirmasi
lebih lanjut ihwal penyebab kematian ke-13 sandera tersebut.
"Jika
laporan kematian warga sipil Turki di tangan PKK dikonfirmasi, kami mengutuk
tindakan ini sekuat mungkin," ujar Kementerian Luar Negeri AS dalam sebuah
pernyataan.
Erdogan
langsung menyambut pernyataan Kementerian Luar Negeri AS tersebut dengan
kecaman melalui pidato yang disiarkan televisi.
"Pernyataan
yang dibuat oleh AS adalah lelucon," kata Erdogan dalam komentar publik
pertamanya tentang insiden itu.
"Anda
mengatakan, Anda tidak mendukung teroris, padahal sebenarnya Anda berada di
pihak mereka dan di belakang mereka," imbuh Erdogan.
Erdogan
mengatakan, sekutu Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Turki harus
memihak.
"Organisasi
teroris di depan pintu kami, di perbatasan kami, membunuh orang tak bersalah,"
tutur Erdogan.
PKK
sendiri telah melancarkan pemberontakan terhadap Turki sejak 1984 yang diyakini
telah menewaskan puluhan ribu orang.
AS dan
negara-negara Barat lainnya yang merupakan sekutu Turki lainnya mengakui PKK
sebagai kelompok teror.
Tetapi
Washington telah mendukung milisi Kurdi lain di Suriah yang dilihat Turki
sebagai cabang dari PKK. [dhn]