WAHANANEWS.CO, Jakarta – Menurut laporan The Washington Post yang mengutip pejabat AS, Pentagon tengah mempersiapkan operasi darat selama beberapa minggu di Iran. Operasi itu disebut berpotensi mencakup serangan terhadap Pulau Kharg serta lokasi pesisir dekat Selat Hormuz.
Amerika Serikat (AS) dilaporkan tengah menyiapkan opsi operasi darat terbatas di Iran, sebuah langkah yang berpotensi memperluas konflik yang sudah memasuki minggu kelima.
Baca Juga:
Alutsista Miliaran Dolar Berguguran, Iran Bikin AS Rugi Triliunan
Rencana tersebut mencakup kemungkinan serangan cepat ke fasilitas strategis Iran, termasuk pusat ekspor minyak dan lokasi pesisir di sekitar jalur pelayaran vital dunia.
Rencana tersebut tidak mencapai level invasi penuh, namun dapat melibatkan operasi oleh pasukan khusus dan infanteri konvensional. Laporan itu juga menyebut bahwa personel AS akan menghadapi risiko dari drone dan rudal Iran, tembakan darat, serta bahan peledak rakitan.
Belum jelas apakah Presiden AS Donald Trump akan menyetujui rencana tersebut. Menanggapi laporan itu, juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menegaskan bahwa penyusunan opsi militer merupakan bagian dari prosedur standar.
Baca Juga:
Eks Bos Intelijen Inggris Sebut Iran Unggul Lawan AS-Israel
"Merupakan tugas Pentagon untuk membuat persiapan guna memberikan opsi maksimal kepada Panglima Tertinggi. Itu tidak berarti presiden telah membuat keputusan," kata Leavitt dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Al Jazeera, Senin (30/3/2026) seperti melansir dari CNBC Indonesia.
Pemerintahan Trump juga telah mengerahkan marinir AS ke Timur Tengah seiring konflik di Iran berlanjut. Selain itu, Washington berencana mengirim ribuan prajurit dari Divisi Lintas Udara ke-82 Angkatan Darat ke kawasan tersebut.
Pada Sabtu, US Central Command menyatakan sekitar 3.500 tentara tambahan telah tiba di Timur Tengah dengan menumpang USS Tripoli.