WahanaNews.co | Uni Eropa saat ini tengah membahas pemberian sanksi terhadap putri-putri Presiden Rusia Vladimir Putin. Hal tersebut diungkapkan oleh sejumlah orang yang mengetahui masalah tersebut.
Menurut mereka, Uni Eropa mencoba untuk menanggapi pembunuhan warga sipil Ukraina dengan mundurnya tentara Rusia.
Baca Juga:
Eropa Dilanda Suhu Rekor pada Juni 2026, Puluhan Orang Dilaporkan Meninggal
Melansir Bloomberg, daftar yang diusulkan, yang masih perlu disetujui oleh pemerintah Eropa dan dapat berubah sebelum itu terjadi, juga mencakup puluhan orang, termasuk tokoh politik, taipan dan anggota keluarga mereka, dan beberapa pelaku propaganda.
Memberi sanksi kepada kedua putri Putin, Katerina dan Maria, sebagian besar merupakan langkah simbolis karena tidak jelas mereka memiliki aset signifikan di luar Rusia. Akan tetapi, hal itu dirancang untuk mendapatkan perhatian presiden Rusia.
Selama ini, kehidupan putri-putri Putin diselimuti kerahasiaan. Mereka memiliki nama gadis yang berbeda dan Kremlin tidak pernah mengkonfirmasi nama putrinya atau merilis foto-foto mereka sebagai orang dewasa.
Baca Juga:
Starmer Dikabarkan Siap Mundur, Inggris Terancam Punya PM Ketujuh dalam Satu Dekade
Pada 2015, Putin mengungkapkan beberapa detail tentang putrinya, termasuk bahwa kedua wanita itu lulus dari universitas Rusia dan berbicara banyak bahasa.
Menurut orang-orang yang mengetahui masalah tersebut, Maria Vorontsova, putri sulungnya, adalah salah satu pemilik Nomenko, yang terlibat dalam proyek investasi swasta Rusia dalam perawatan kesehatan.
Katerina Tikhonova menjalankan institut kecerdasan buatan di Universitas Negeri Moskow.