WAHANANEWS.CO - Gelombang panas ekstrem melanda sejumlah negara di Eropa dengan suhu yang menembus lebih dari 40 derajat Celsius pada Juni 2026, mengakibatkan puluhan korban jiwa, mengganggu pasokan listrik, hingga memaksa penutupan sekolah dan sejumlah fasilitas umum.
Berdasarkan laporan Reuters, Inggris dan Swiss mencatat suhu tertinggi sepanjang sejarah untuk bulan Juni akibat gelombang panas yang melanda kawasan tersebut.
Baca Juga:
Jahe Hangat Dipercaya Redakan Demam, Begini Fakta Ilmiahnya
Dampak cuaca ekstrem itu tidak hanya menyebabkan korban meninggal dunia, tetapi juga mengganggu aktivitas masyarakat karena pasokan listrik terdampak dan sejumlah sekolah maupun tempat umum ditutup.
Pada awal pekan ini, pemerintah Prancis dan Inggris mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan aktivitas sehari-hari guna menghindari paparan panas berlebih.
Pemerintah Kota Paris bahkan melarang konsumsi minuman beralkohol di ruang publik karena rumah sakit mengalami peningkatan jumlah pasien akibat gelombang panas.
Baca Juga:
OJK Catat Kredit Macet Pinjol 4,62 Persen, Pengamat Sebut Jadi Alarm Dini
"Kami baru saja mulai melihat peningkatan jumlah orang yang pergi ke unit gawat darurat," kata Menteri Kesehatan Prancis, Stephanie Rist.
Paris kembali dilanda suhu ekstrem setelah temperatur di ibu kota Prancis itu mencapai 40,9 derajat Celsius pada Rabu (24/6/2026).
Sementara itu, Inggris mencatat suhu 36,7 derajat Celsius pada Kamis (25/6/2026), menjadikannya hari terpanas yang pernah tercatat di negara tersebut untuk bulan Juni.