WAHANANEWS.CO, Jakarta - BPJS Kesehatan mengingatkan masyarakat untuk tetap memperhatikan asupan gizi selama menjalankan ibadah puasa Ramadhan.
Selain menjaga pola makan, masyarakat juga dianjurkan memantau kondisi kesehatannya melalui layanan digital resmi yang telah disediakan.
Baca Juga:
Dirut BPJS: 120.472 Peserta PBI Penyakit Katastropik Sudah Aktif Kembali
Sebagai penyelenggara Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan menghadirkan fitur pemantauan kesehatan yang dapat diakses melalui aplikasi di ponsel pintar.
Pengaturan pola makan yang tepat dinilai penting guna menekan risiko munculnya penyakit kronis di kemudian hari.
Guru Besar Bidang Ilmu Gizi Poltekkes Kemenkes Jakarta II Trina Astuti menekankan pentingnya penyesuaian pola konsumsi selama puasa.
Baca Juga:
DPR Panggil Menteri dan Kepala Lembaga, Polemik Penonaktifan PBI BPJS Kesehatan Dibahas Tuntas
“Pola makan, porsi makan, dan jenis makanan yang dikonsumsi harus disesuaikan dengan kondisi puasa. Saat berpuasa perut kosong lebih dari 8 jam, maka saat berbuka harus makan perlahan supaya perut tidak kaget. Minum air putih atau teh manis hangat, dilanjutkan dengan kurma, baru dilanjutkan dengan makanan utama setelah sholat maghrib. Konsumsi ini dapat memberikan energi secara berangsur,” ujar Guru Besar Bidang Ilmu Gizi Poltekkes Kemenkes Jakarta II Trina Astuti, Minggu, 22 Februari 2026.
Ia juga mengingatkan penderita diabetes agar lebih selektif dalam memilih sumber karbohidrat, yakni dengan indeks glikemik rendah di bawah angka 55, seperti beras merah dan roti gandum, guna menjaga kestabilan kadar gula darah.
“Proporsi makanan juga harus diperhatikan. Misalnya, porsi karbohidrat harus lebih sedikit saat sahur, sementara saat berbuka puasa perbanyak sumber protein. Untuk memenuhi kebutuhan air harian selama puasa, atur pola minum juga. Misalnya, 2 gelas saat berbuka puasa, 4 gelas saat malam hari, dan 2 gelas saat sahur. Hindari teh, kopi, dan gorengan berlebihan saat sahur maupun berbuka puasa,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengimbau peserta JKN untuk rutin melakukan skrining riwayat kesehatan melalui aplikasi Mobile JKN.
Layanan ini membantu mendeteksi risiko penyakit kronis sejak dini.
“Melalui Skrining Riwayat Kesehatan, masyarakat bisa mengetahui kondisi kesehatannya, apakah berisiko mengidap penyakit kronis atau tidak. Skrining ini dilakukan setahun sekali, tapi besar dampaknya terhadap kesehatan masyarakat di masa depan. Makin cepat diketahui seberapa besar risiko seorang peserta mengidap penyakit kronis, makin cepat pula ditangani. Artinya jika sudah diketahui sejak dini, maka makin besar pula peluang peserta tersebut untuk mencegah kondisinya bertambah parah,” kata Rizzky.
Pengisian skrining dapat dilakukan melalui situs resmi maupun layanan WhatsApp di nomor 08118165165.
Peserta juga bisa datang langsung ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) terdekat untuk menjalani pemeriksaan oleh dokter.
Selain itu, masyarakat diminta memastikan status kepesertaan JKN tetap aktif dengan menghubungi BPJS Kesehatan Care Center 165.
Langkah ini penting guna menghindari hambatan administratif maupun pembiayaan saat membutuhkan layanan kesehatan secara mendadak.
“Selagi masih sehat, sempatkanlah untuk mengecek status kepesertaan JKN Anda. Prosesnya tidak lama, namun penting dilakukan supaya tidak terkendala saat tiba-tiba sakit. Kalau status kepesertaan JKN kita aktif, sudah ada kepastian jaminan pembiayaan dari BPJS Kesehatan apabila sewaktu-waktu peserta JKN perlu segera membutuhkan layanan kesehatan,” ujarnya.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]