WAHANANEWS.CO, Kota Depok — Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) resmi meluncurkan Klinik Inseminasi sebagai penguatan layanan kesehatan reproduksi dan program kehamilan bagi masyarakat. Klinik ini menghadirkan layanan fertilitas yang terintegrasi dengan dukungan tim multidisiplin untuk membantu pasangan yang menghadapi tantangan memperoleh keturunan, sekaligus memperluas akses layanan reproduksi berbasis teknologi di Kota Depok.
Disebutkan Direktur Utama RSUI, dr. Ari Kusuma Januarto, Sp.OG., Subsp.Obginsos, Inseminasi sebagai layanan unggulan bagi pasangan yang menjalani program kehamilan. Peresmian yang berlangsung pada 6 Juli 2026 itu menjadi bagian dari pengembangan pelayanan fertilitas yang mengedepankan kolaborasi multidisiplin serta dukungan teknologi medis modern.
Baca Juga:
Bahaya Campak , Dokter RSUI Shofa Luthfiyani: Dapat Berujung Fatal Jika tak Ditangani Sejak Dini
”Melalui klinik ini, masyarakat, khususnya di wilayah Kota Depok dan sekitarnya, kini memiliki akses terhadap layanan fertilitas yang lebih komprehensif, mulai dari konsultasi, pemeriksaan, penegakan diagnosis, hingga tindakan inseminasi yang dilakukan sesuai indikasi medis,” sebut Ari dalam keterangan pers, (RSUI) Jalan Prof. Dr. Bahder Djohan, Kampus UI Depok, Depok, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).
Peresmian Klinik Inseminasi dilakukan oleh Direktur Utama RSUI, dr. Kusuma Januarto, Sp.OG., Subsp.Obginsos, dan dihadiri Prof. Dr. dr. Silvia W. Lestari, M.Biomed., Sp.And., Ketua Departemen Biologi Kedokteran sekaligus Kepala Divisi Andrologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Kusuma Januarto, mengatakan pembukaan Klinik Inseminasi merupakan langkah strategis rumah sakit dalam menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan reproduksi yang semakin berkembang.
Baca Juga:
RSUI Raih 50 Besar Rumah Sakit Pendidikan Dunia versi Brand Finance
"Melalui Klinik Inseminasi, RSUI berkomitmen menghadirkan pelayanan fertilitas yang didukung oleh tenaga medis yang kompeten dan fasilitas yang modern. Kami berharap layanan ini dapat menjadi salah satu pilihan bagi pasangan yang menjalani program kehamilan," ujarnya.
Menurutnya, layanan tersebut mengintegrasikan keahlian dokter spesialis obstetri dan ginekologi, konsultan fertilitas dengan dokter spesialis andrologi sehingga penanganan pasien dapat dilakukan secara menyeluruh dan sesuai kebutuhan masing-masing pasutri.
Pendekatan multidisiplin itu dinilai penting karena keberhasilan program kehamilan tidak hanya bergantung pada kondisi perempuan, tetapi juga dipengaruhi faktor kesehatan reproduksi pria serta hasil evaluasi medis yang komprehensif.