Di sisi lain, Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Tjandra Yoga Aditama, mendorong pemerintah agar secara rutin menyampaikan data pemantauan influenza kepada publik.
Menurutnya, keterbukaan informasi penting agar masyarakat memperoleh gambaran situasi yang akurat dan terkini.
Baca Juga:
Ribuan Rumah Nakes Rusak Akibat Bencana, Kemenkes dan BNPB Pastikan Bantuan Segera Cair
“Walaupun diklaim risikonya rendah, beberapa negara menanganinya dengan sangat serius. Sehingga alangkah baiknya jika Indonesia juga memiliki data mingguan yang disampaikan kepada publik,” kata Tjandra.
Ia mencontohkan sejumlah negara yang secara aktif merilis laporan perkembangan influenza. Di Tiongkok, misalnya, otoritas kesehatan melalui lembaga CDC setempat secara rutin mempublikasikan data harian terkait influenza. Pada 14 Januari 2026, tingkat kepositifan klaster influenza di sekolah dilaporkan mencapai 27,4 persen.
Selain itu, Tjandra juga menyoroti situasi di Taiwan yang mencatat adanya korban jiwa akibat influenza. "Di Taiwan juga tercatat tiga kematian akibat influenza pada periode 6 sampai 12 Januari. Informasi seperti ini penting agar masyarakat mendapatkan gambaran situasi yang jelas dan akurat,” ujarnya, menjelaskan.
Baca Juga:
Kemenkes Catat ISPA, Hipertensi, dan Diare Dominasi Penyakit Pengungsi di Aceh Tamiang
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.