WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan bahwa penyakit kulit serta gangguan pada sistem pencernaan menjadi masalah kesehatan yang paling sering dialami masyarakat adat Baduy.
Temuan tersebut diperoleh setelah Sekretaris Jenderal Kemenkes, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, melakukan kunjungan langsung ke wilayah Baduy untuk melihat kondisi kesehatan warga secara langsung.
Baca Juga:
Kemenkes Tawarkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Anak, Ibu Hamil, dan Ulang Tahun
Dalam kunjungan tersebut, Kunta menyampaikan bahwa keluhan kesehatan yang dirasakan masyarakat relatif seragam dan berkaitan dengan kondisi lingkungan tempat tinggal mereka.
“Kalau saya tadi tanya-tanya, yang sebagian besar itu gatal, sama pencernaan. Seperti mencret atau diare,” kata Kunta Wibawa dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (1/1/2026).
Ia menjelaskan, tingginya angka keluhan penyakit kulit dan pencernaan tidak terlepas dari keterbatasan sarana pendukung kesehatan, terutama akses terhadap air bersih dan fasilitas sanitasi yang memadai.
Baca Juga:
Delapan Belas Puskesmas di Mamasa Sulbar Kekurangan Alkes Oksigen Konsentrator
Faktor lingkungan hingga kini masih menjadi tantangan utama dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Baduy.
“Ini sangat berkaitan dengan kondisi lingkungan. Khususnya, ketersediaan air bersih dan sanitasi yang memang masih terbatas,” ujarnya.
Sebagai bentuk respons awal, Kemenkes menyalurkan sejumlah obat-obatan dasar yang dinilai paling dibutuhkan oleh warga setempat.