Pemberian obat tersebut disesuaikan dengan jenis keluhan kesehatan yang banyak ditemukan di lapangan.
“Biasanya obat-obatan yang sederhana, seperti untuk panas, sakit perut, gatal-gatal, sampai kudis. Selain pengobatan, kita juga memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat Baduy,” ucap Kunta.
Baca Juga:
Kemenkes Tawarkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Anak, Ibu Hamil, dan Ulang Tahun
Selain pengobatan, Kunta menegaskan pentingnya pendekatan edukatif dalam jangka panjang.
Edukasi kesehatan difokuskan pada penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, mulai dari kebiasaan mencuci tangan hingga cara pengolahan makanan dan minuman yang lebih higienis.
“Upaya-upaya sederhana ini penting supaya mereka mendapatkan makanan dan minuman yang lebih bersih. Ke depannya bisa menekan keluhan kesehatan,” ucapnya.
Baca Juga:
Delapan Belas Puskesmas di Mamasa Sulbar Kekurangan Alkes Oksigen Konsentrator
Di sisi lain, warga Baduy Luar juga menyampaikan berbagai persoalan kesehatan yang masih mereka hadapi.
Narja, warga Desa Cihuni, Baduy Luar, menyebutkan bahwa gangguan lambung menjadi salah satu keluhan yang cukup sering dialami masyarakat, selain masalah kesehatan gigi dan keterbatasan akses terhadap obat-obatan tertentu, termasuk antibiotik.
“Kalau di sini kebanyakan keluhannya itu lambung, istilah kedokterannya mungkin sakit maag atau semacam itu. Selain itu, gigi juga sering jadi masalah,” ujar Narja.