WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Bekasi bekerja sama dengan Siloam International Hospitals menggelar program pemeriksaan USG payudara gratis bagi 2.500 perempuan.
Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya konkret dalam mendorong pencegahan dan deteksi dini kanker pada perempuan, sekaligus memperingati Hari Kartini 2026.
Baca Juga:
Masifkan Ruang Terbuka Hijau, Wali Kota Bekasi Resmikan 5 Taman di Pondok Gede
Kegiatan berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga pada 4 hingga 9 Mei 2026.
Program bertema “Perempuan Sehat, Perempuan Berdaya” ini merupakan bagian dari rangkaian gerakan SELANGKAH (Semangat Lawan Kanker) yang diinisiasi Siloam Hospitals sepanjang tahun 2026.
Program tersebut berfokus pada peningkatan kesadaran masyarakat melalui edukasi serta layanan skrining kanker payudara berbasis komunitas, sehingga lebih mudah dijangkau oleh masyarakat luas.
Baca Juga:
Bahas PSEL Bersama Menko Pangan, Tri Adhianto Komitmen Terapkan Teknologi Pengolaha Sampah
CEO Network Siloam International Hospitals, dr. Irwan Gandana, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bekasi, khususnya Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, atas komitmennya dalam memprioritaskan kesehatan masyarakat, terutama perempuan.
"Kita memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemkot Bekasi dalam hal ini Bapak Wali Kota. Yang berkomitmen menjadikan kesehatan masyarakat, khususnya perempuan sebagai prioritas," katanya, melalui keteranganya, Selasa, 5 Mei 2026.
Ia juga mengungkapkan bahwa hingga Desember 2025, program SELANGKAH telah menjangkau lebih dari 52.000 perempuan di berbagai daerah di Indonesia.
Capaian tersebut menjadi bukti nyata kontribusi program dalam meningkatkan layanan kesehatan preventif bagi masyarakat.
"Program SELANGKAH memperoleh pengakuan sebagai Best in Community Involvement 2025, yang diselenggarakan oleh Asian Hospital Management Awards. Penghargaan ini dimaknai sebagai penguatan atas pentingnya kolaborasi antara rumah sakit, pemerintah daerah, dan masyarakat," katanya.
Sementara itu, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, fasilitas layanan kesehatan, serta komunitas dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan, khususnya yang bersifat pencegahan.
"Untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, pemerintah tidak bisa sendirian. Perlu sinergi antara pemerintah dan fasilitas kesehatan dan komunitas," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti, berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat, khususnya perempuan, untuk lebih memahami kondisi kesehatannya sejak dini. Dengan demikian, potensi penyakit dapat ditangani lebih cepat dan efektif.
Ia menjelaskan bahwa layanan yang diberikan tidak hanya terbatas pada USG payudara, tetapi juga meliputi pemeriksaan kesehatan umum serta tes HPV DNA.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan deteksi dini terhadap berbagai penyakit, termasuk kanker payudara dan kanker serviks yang masih menjadi tantangan kesehatan di masyarakat.
"Melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis ini, kami ingin menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan deteksi dini penyakit. Khususnya kanker payudara dan kanker serviks yang masih menjadi tantangan besar di masyarakat," katanya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa peserta yang terindikasi memiliki kondisi tertentu akan dirujuk ke fasilitas kesehatan lanjutan untuk mendapatkan penanganan yang lebih komprehensif.
"Jika ada yang terdeteksi, RS Siloam Sentosa dan RS Siloam Sepanjang Jaya berkomitmen untuk membantu tindak lanjut peserta yang terdeteksi. Jadi tidak hanya selesai cek di sini, tetapi berkelanjutan hingga penanganan lebih lanjut," ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, antara lain Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tim Penggerak PKK, serta tenaga medis dari RS Siloam Sentosa dan RS Siloam Sepanjang Jaya.
Selain layanan USG payudara gratis, masyarakat juga mendapatkan akses cek kesehatan gratis (CKG) dan pemeriksaan HPV DNA yang dilakukan oleh dokter dan tim Puskesmas.
Program kolaboratif ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini, tetapi juga memperkuat sistem layanan kesehatan berbasis komunitas di Kota Bekasi.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]