WAHANANEWS.CO, Jakarta - Konsumsi makanan dan minuman manis telah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang.
Rasa manis kerap diasosiasikan sebagai sumber energi instan yang mampu meningkatkan semangat dalam beraktivitas.
Baca Juga:
Aktivis Jambi Desak Polres Tebo Menetapkan Hartono pemilik lahan PETI Ilegal Sumber Jadi Tersangka
Tak heran, berbagai produk makanan ringan hingga minuman kemasan dengan cita rasa manis begitu diminati oleh masyarakat dari berbagai kalangan.
Namun, di balik kenikmatan tersebut, terdapat potensi risiko yang perlu diwaspadai.
Ahli Gizi Tri Siswati mengungkapkan bahwa rasa manis dapat memicu pelepasan dopamin di otak, yakni zat kimia yang berkaitan dengan rasa senang dan kepuasan.
Baca Juga:
Kemenkes Catat Kemajuan, Papua Masih Jadi Tantangan Utama Eliminasi Malaria
Kondisi ini membuat seseorang cenderung ingin terus mengonsumsi makanan atau minuman manis secara berulang.
“Jika tidak dikontrol, kebiasaan ini bisa berkembang menjadi ketergantungan,” kata Tri, seperti dilaporkan RRI, Senin 4 Mei 2026.
Ia menjelaskan bahwa efek tersebut dapat memengaruhi perilaku makan seseorang dalam jangka panjang, terutama jika tidak disertai pengendalian diri.