WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan kemajuan signifikan dalam upaya eliminasi malaria di Indonesia.
Hingga saat ini, sebanyak 412 dari total 514 kabupaten/kota telah berhasil meraih status bebas malaria.
Baca Juga:
PLN Salurkan Alat Deteksi Preeklamsia Berbasis AI untuk Tekan Angka Kematian Ibu
Pencapaian ini menjadi fondasi penting dalam mempercepat target nasional menuju Indonesia bebas malaria pada tahun 2030, sejalan dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, mengungkapkan bahwa tren pengendalian malaria di Tanah Air terus menunjukkan perkembangan positif.
Meski demikian, ia menekankan bahwa tantangan terbesar masih terkonsentrasi di wilayah Papua yang hingga kini menjadi penyumbang utama kasus malaria secara nasional.
Baca Juga:
Kemenkes Terapkan Label Nutri-Level Bertahap, Dorong Masyarakat Lebih Sadar Gizi
“Sebanyak 95 persen kasus malaria nasional masih berasal dari kawasan Papua. Sehingga percepatan eliminasi di wilayah ini menjadi perhatian utama kami bersama,” kata Andi Saguni dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu, 2 Mei 2026.
Menurut Andi, kondisi geografis, keterbatasan akses layanan kesehatan, serta faktor lingkungan menjadi sejumlah kendala yang membuat penanganan malaria di Papua memerlukan pendekatan khusus.
Oleh karena itu, pemerintah terus memperkuat berbagai strategi intervensi, mulai dari peningkatan distribusi obat dan alat diagnosis, edukasi masyarakat, hingga penguatan sistem surveilans penyakit.