Ibu mungkin hanya perlu mengonsumsi antasida dan alginat saat mulai mengalami gejala. Namun, dokter mungkin akan menyarankan untuk meminumnya sebelum gejala muncul. Misalnya sebelum makan atau sebelum tidur. Selain itu, pastikan untuk memberitahu dokter obat atau suplemen lain yang saat ini juga dikonsumsi. Sebagai contoh, jika ibu saat ini sedang mengonsumsi suplemen zat besi, jangan meminumnya bersamaan dengan antasida. Lantaran obat golongan antasida dapat menghambat penyerapan zat besi pada tubuh.
Jika antasida dan alginat tidak membuat gejala maag membaik, dokter juga mungkin meresepkan obat untuk mengurangi jumlah asam di perut. Ada dua obat yang banyak digunakan selama kehamilan dan tidak diketahui berbahaya bagi bayi yang belum lahir, yaitu:
Baca Juga:
Berikut Ini Firasat Hamil Anak Laki-laki yang Sering Dirasakan Seorang Ibu
Ranitidin. Obat jenis tablet yang biasanya perlu diminum dua kali sehari.
Omeprazole. Berbentuk tablet yang perlu diminum sekali sehari.
Perawatan Rumahan yang Dapat Dilakukan
Baca Juga:
Pemkot Baubau Lakukan Tujuh Kali Uji Coba Program Makan Bergizi Gratis
Selain konsumsi obat, gejala maag yang ringan juga dapat diturunkan dengan beberapa perawatan rumahan berikut:
1. Perubahan Pola Makan
Penting untuk mengonsumsi makanan sehat dengan porsi yang moderat. Meski saat hamil ibu tertarik untuk makan lebih banyak dari biasanya, hal ini perlu dikurangi. Sebab, kekenyangan dapat memicu maag dan mungkin tidak baik untuk ibu atau bayi yang dikandung. Pastikan juga untuk membatasi minuman yang mengandung kafein dan makanan pedas atau berlemak.