“Setelah saudari D dirawat di RS Pasar Minggu. Akhirnya tersangka P memiliki ide untuk melakukan pembunuhan,” ucapnya, mengutip Tempo.co, Rabu (13/12/2023).
Rencana pembunuhan itu juga dibarengi dengan ide untuk melakukan percobaan bunuh diri dengan melukai pergelangan tangan kiri, kanan dan perutnya dengan pisau.
Baca Juga:
Ledakan Dahsyat Guncang Masjid di Jember Saat Tarawih, Jemaah Berhamburan Panik
“Menusukkan ke bagian atas tangan kiri dan tangan dengan paku,” ucapnya.
Panca juga sempat membuat pesan kepada istrinya di gawai dan di laptopnya.
“Inilah yang mendasari, dari rasa cemburu membuat dia memilih jalan pintas dengan alasan istrinya bisa hidup lebih leluasa dan dia pergi bersama anak-anaknya,” ujarnya.
Baca Juga:
Polisi Gunakan Sains Forensik untuk Ungkap Teror Air Keras Aktivis KontraS
Ade tidak memberikan informasi rinci mengenai isi pesan yang terdapat di perangkat gawai dan laptop milik Panca.
Dia menyatakan bahwa fokus polisi saat ini adalah pada pengumpulan alat bukti terkait kasus pembunuhan empat anak di Jagakarsa.
Sebelumnya, Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Polisi Henrikus Yossi, mengungkapkan bahwa Panca dihadapkan pada sejumlah pasal hukum.