Ceceran dan rembesan minyak di sekitar lokasi kejadian, termasuk kolam warga yang terdampak akan dibersihkan dan dilakukan penyedotan. Penanganan oil spill (tumpahan minyak) ini merupakan upaya meminimalkan dampak terhadap lingkungan.
Dia mengatakan ilegal tapping ini tidak hanya merugikan negara, dalam hal ini Pertamina EP Jambi Field, namun juga merugikan dan membahayakan masyarakat juga lingkungan.
Baca Juga:
Pertamina EP Papua Field Berbagi Pengetahuan Migas dalam Kegiatan Uji Kompetensi Wartawan Bersama PWI Papua Barat Daya
Kebocoran yang diakibatkan dari sambungan pipa ilegal tersebut mencemari kolam warga. Bau menyengat juga tercium di lokasi kejadian.
Oleh karena itu, apabila ada kerusakan lingkungan maupun warga yang dirugikan akibat kejadian pencurian minyak ini, Pertamina EP Jambi Field membuka musyawarah untuk dilakukan perbaikan bersama.
Dia menegaskan pelaporan ke pihak yang berwajib akan ditindaklanjuti dengan investigasi secara komprehensif. Kerja sama juga diharapkan dari warga sekitar untuk menjaga bersama aset negara dan lingkungannya.
Baca Juga:
Usai Berkunjung Menteri ESDM di Sorong, Pertamina EP dan RH Petrogas Komitmen Lakukan Eksplorasi Migas di Papua Barat Daya
“Kami berkoordinasi dengan polisi untuk mengamankan lokasi kejadian, juga menghimbau warga untuk tidak membuat api agar terlebih dahulu karena dikhawatirkan akan menyambar ke minyak,” kata Yusnirizal.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.