WAHANANEWS.CO, Jakarta - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mendesak agar tim investigasi gabungan dari TNI dan Polri segera mengungkap asal-usul senjata pabrikan yang digunakan oleh Kopda Basarsyah dalam insiden penembakan tiga anggota Polsek Negara Batin, Way Kanan, Lampung, yang terkait dengan kasus perjudian sabung ayam.
“Harus dijelaskan nanti bagaimana perolehannya, dari mana asalnya, dan bagaimana anggota bisa mengakses senjata itu,” ujar Komisioner Kompolnas, Choirul Anam, melansir Kompas.com, Selasa (25/3/2025).
Baca Juga:
Jenderal Maruli Tegaskan, Prajurit TNI Pelaku Penembakan 3 Polisi di Lampung Bakal Dipecat
Anam menegaskan bahwa penerapan Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 terhadap Kopda Basarsyah mencerminkan keseriusan aparat dalam mengusut sumber senjata tersebut.
“Berdasarkan hasil penyelidikan, senjata yang digunakan adalah senjata pabrikan tetapi bukan organik. Ini menunjukkan adanya peredaran senjata ilegal yang merupakan masalah serius,” kata Anam.
Lebih lanjut, Anam mendukung agar senjata yang digunakan para tersangka segera diperiksa di laboratorium forensik kepolisian serta diuji di laboratorium milik PT Pindad untuk memastikan asal-usul dan karakteristiknya.
Baca Juga:
Kasus Sabung Ayam: Tak Digubris, Aipda Petrus yang Sudah Memohon Malah Ditembak Matanya
“Laboratorium forensik kepolisian memiliki kemampuan uji balistik yang diakui sebagai salah satu yang terbaik di Asia Tenggara. Sementara itu, Pindad memiliki keunggulan dalam uji metalurgi,” jelasnya.
Anam menekankan pentingnya uji laboratorium ini untuk menjawab seluruh pertanyaan yang masih menggantung dalam kasus ini.
Sebelumnya, dua anggota TNI telah ditetapkan sebagai tersangka dalam insiden tewasnya tiga anggota polisi di Way Kanan, Lampung, pada Senin (17/3/2025).
“Pada 23 Maret 2025, kedua tersangka resmi kami tetapkan sebagai tersangka untuk proses penyidikan lebih lanjut,” ujar Ws Danpuspom Mayjen TNI Eka Wijaya Permana dalam konferensi pers di Mapolda Lampung, Selasa (25/3/2025), dikutip dari Kompas TV.
Kopda Basarsyah alias Kopda B dijerat dengan Pasal 340 juncto 338 KUHP setelah mengakui bahwa dirinya menembak ketiga korban. Sementara itu, Peltu YHL dikenakan Pasal 303 KUHP terkait perjudian.
“Untuk Kopda B, karena menggunakan senjata pabrikan yang bukan organik, kami akan menerapkan Undang-Undang Darurat,” tambah Eka.
Di sisi lain, Polda Lampung juga menetapkan seorang anggota Polri yang bertugas di Polda Sumatera Selatan sebagai tersangka dalam kasus perjudian sabung ayam ini.
“Bripda KP dari Polda Sumsel telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan,” ungkap Kapolda Lampung, Irjen Helmy Santika, dalam konferensi pers di Mapolda Lampung.
Menurut Helmy, KP mengakui terlibat dalam perjudian tersebut setelah menerima undangan dari Kopda B.
Selain itu, ia juga membantu mempromosikan agenda sabung ayam yang berujung pada insiden penembakan tiga anggota polisi.
Dengan demikian, hingga saat ini telah ada empat tersangka yang ditetapkan dalam dua klaster kasus ini.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]