WAHANANEWS.CO, Jakarta - Jakarta Timur digegerkan dengan penemuan jenazah JS (69), pemilik toko di Rawamangun, yang dilaporkan hilang sejak Minggu (16/2/2025).
Keluarga melaporkan ke Polres Metro Jakarta Timur pada Minggi (23/2/2025) setelah JS tidak kembali usai pergi ke tokonya untuk mengecek renovasi.
Baca Juga:
Trotoar Jl. Nusa Indah, Jaktim Dijadikan Tempat Parkir
Kuasa hukum keluarga, Enjel, mengungkapkan kecurigaan awal tertuju pada tukang renovasi karena adanya cekcok sebelumnya.
Enjel menambahkan, "Sejauh ini (terduga pelaku adalah) pekerjanya karena seminggu sebelumnya beliau (korban) sempat cekcok dengan pekerjanya."
Beberapa waktu kemudian, jenazah korban ditemukan terkubur dan dicor di dalam toko, kemudian ditutupi karpet.
Baca Juga:
Pj Gubernur Jakarta Teguh Setyabudi Resmikan Program Sekolah Lansia Pintar di Jakarta Timur
"Iya dikubur di dalam. Setelah dikubur dicor. Setelah dicor dikasih karpet di atasnya," jelas Enjel.
Polres Metro Jakarta Timur berhasil menangkap terduga pelaku, ZA (35), di kediaman korban berkat kerjasama keluarga dengan tetangga di Cipete.
Enjel mengatakan, "Sudah ditangkap. Kebetulan pelaku datang ke kediaman korban. Dia sudah punya kunci rumah sendiri." Kapolres Kombes Nicolas Ary Lilipaly menjelaskan bahwa pembunuhan dilatarbelakangi sakit hati.
Peristiwa bermula saat JS marah karena tukang yang sedang melakukan renovasi toko mogok kerja dan mengajak ZA, kuli yang bertugas menjaga proyek, untuk melapor ke polisi terkait dugaan pencurian alat proyek.
"Korban datang ke proyek setelah di proyek, karena karyawan yang bekerja di sini mogok kerja, sehingga korban agak sedikit marah," ucap Nicolas.
ZA menolak dan meminta gajinya, yang memicu kemarahan JS hingga terjadi penganiayaan.
Nicolas menyebutkan, "Awalnya dia (korban) menampar terduga pelaku. Selanjutnya, dia memukul dan akhirnya terduga pelaku menangkis dan mendorong, sehingga korban jatuh."
ZA membalas hingga JS tewas akibat pukulan dan timpaan batu. ZA kemudian menyembunyikan jenazah di saluran air yang ditutup semen dan batu bata.
"Pada 18 Februari 2025, terduga pelaku memastikan bahwa korban telah meninggal dan panik. Selanjutnya, terduga pelaku menyeret korban dan menaruhnya di saluran air, kemudian ditutup dengan semen dan batu bata," tutur Nicolas.
Jenazah JS telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk otopsi. ZA kini mendekam di tahanan Polres Metro Jakarta Timur untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]