WAHANANEWS.CO, Jakarta - Serangan brutal terhadap aktivis HAM kembali mengguncang ruang demokrasi Indonesia setelah aktivis KontraS Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal di Jakarta Pusat.
Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut hingga ke dalang utama di balik aksi kekerasan itu.
Baca Juga:
Serangan Air Keras Andrie, KontraS Ungkap Banyak Kejanggalan
“Saya meminta aparat penegak hukum, khususnya Polri, memastikan pengusutan tuntas sampai ke aktor intelektual, bukan hanya pelaku penyerangan di lapangan,” ujar Yusril kepada Kompas.com pada Jumat (13/3/2026) malam.
Ia menilai pola serangan terhadap Andrie Yunus memperlihatkan indikasi adanya perencanaan yang tidak sederhana dan kemungkinan melibatkan pihak lain di balik pelaku lapangan.
Karena itu, menurut Yusril, proses penegakan hukum tidak boleh berhenti hanya pada pelaku yang melakukan penyerangan secara langsung.
Baca Juga:
Menteri HAM Minta Proses Hukum Kasus Andrie Yunus Digelar Terbuka
“Saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda Metro Jaya yang menangani kasus ini bersama Bareskrim Polri. Saat ini mereka masih melakukan pendalaman, sehingga belum dapat mengungkapkan apa pun kepada publik,” sambung Yusril.
Ia juga menegaskan bahwa tindakan penyiraman air keras terhadap aktivis hak asasi manusia merupakan ancaman serius terhadap nilai-nilai demokrasi di Indonesia.
Aktivis HAM, kata dia, bekerja untuk kepentingan rakyat dan negara karena penegakan hak asasi manusia serta demokrasi merupakan amanat konstitusi yang harus dijaga bersama.