WAHANANEWS.CO, Jakarta - Situasi keamanan di Mimika kembali menjadi sorotan setelah seorang warga ditemukan tewas mengenaskan dengan tubuh dipenuhi anak panah, memicu kekhawatiran akan potensi konflik lanjutan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (29/3/2026) di Jalan Freeport Lama, tepatnya di sekitar pangkalan ojek tembus menuju Kampung Damai.
Baca Juga:
Buka Musyawarah Pastoral (Muspas) Mee VIII, Gubernur Papua Tengah Dorong Sinergi Gereja dan Pemerintah
Polres Mimika mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi menyusul insiden yang menewaskan pria berinisial BN tersebut.
“Aparat kepolisian masih melakukan pendalaman guna mengungkap pelaku serta motif di balik kejadian tersebut,” ujar Kasi Humas Polres Mimika Iptu Hempy Ona.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum guna mencegah eskalasi konflik.
Baca Juga:
Pengkab Taekwondo Indonesia Fakfak Raih 25 Medali pada Open Turnamen Taekwondo Bupati Mimika CUP I se Tanah Papua 2025
Aparat keamanan menegaskan akan meningkatkan patroli dan pengamanan di wilayah tersebut guna mengantisipasi gangguan kamtibmas maupun aksi balasan dari pihak tertentu.
Kronologi kejadian bermula saat personel Polsek Kwamki Narama menerima laporan warga pada pukul 01.05 WIT terkait adanya korban meninggal dunia di lokasi kejadian.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel piket bersama anggota Brimob langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara.
Setibanya di lokasi sekitar pukul 01.33 WIT, aparat gabungan segera melakukan pengamanan area serta berkoordinasi dengan Unit Identifikasi (Inafis) Polres Mimika untuk olah TKP.
Polisi juga meminta tambahan personel guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan di sekitar lokasi kejadian.
Korban diketahui berinisial BN (23), seorang laki-laki warga SP 12 Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban mengalami luka berat berupa sejumlah anak panah yang tertancap di tubuhnya dengan jumlah sekitar 19 buah.
Selain itu, ditemukan pula luka akibat senjata tajam di bagian leher dan punggung korban.
Dari informasi sementara yang dihimpun di lapangan, pelaku diduga lebih dari satu orang, meski identitas dan motifnya masih dalam penyelidikan.
Jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD Mimika untuk penanganan lebih lanjut.
Distrik Kwamki Narama sendiri merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Mimika dengan luas sekitar 12,86 kilometer persegi dan jumlah penduduk lebih dari 7.500 jiwa berdasarkan data tahun 2019.
Wilayah ini terdiri dari satu kelurahan, yakni Kelurahan Harapan, serta sembilan kampung meliputi Amole, Bintang Lima, Damai, Lamopi, Landun Mekar, Meekurima, Olaroa, Tunas Matoa, dan Walani.
Distrik tersebut juga dikenal sebagai wilayah yang kerap terjadi konflik sosial berupa baku panah antarwarga yang berulang.
Konflik ini bahkan kerap disebut sebagai luka berkepanjangan karena melibatkan sesama komunitas dan berpotensi memicu tragedi kemanusiaan.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]