WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ketua Umum Badko HMI Jawa Barat Siti Nurhayati Barsasmy mengungkap dirinya menjadi sasaran teror serius usai menyoroti dugaan aktor intelektual di balik kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus yang hingga kini belum terungkap.
Intimidasi tersebut muncul tak lama setelah Siti mengunggah video yang menyinggung keterlibatan pihak tertentu dalam kasus tersebut, yang langsung memicu reaksi dari pihak tak dikenal.
Baca Juga:
Jebol! Dua Rudal Iran Tembus Pertahanan Israel, Sistem Canggih Dipertanyakan
Masuk melalui berbagai saluran komunikasi, ancaman disebut datang lewat pesan WhatsApp hingga media sosial dengan pola yang semakin intens.
"Benar adanya teror yang ditujukan kepada saya. Saya menerima pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal yang menyuruh saya diam, menyebutkan posisi ibu saya, hingga mengancam akan melakukan hal yang sama seperti yang dialami Bang Andrie jika video tersebut tidak dihapus," ungkap Siti dalam keterangan resminya.
Tidak hanya menyasar pribadi, akun resmi Instagram Badko HMI Jawa Barat juga diserang oleh akun anonim yang mengirim pesan langsung dan membanjiri kolom komentar dengan ancaman serius.
Baca Juga:
AS Tiba-tiba Ajukan 15 Poin ke Iran, Ada Tawaran Besar di Balik Gencatan Senjata
Disebutkan bahwa ancaman tersebut bahkan mengarah pada upaya penghancuran organisasi jika tuntutan untuk menghentikan sikap kritis tidak dipenuhi.
Tidak diketahui identitas pelaku hingga saat ini, namun situasi tersebut justru memperkuat sikap organisasi untuk tetap bersuara.
"Kami tidak takut. Teror ini justru berdampak pada terpantiknya semangat kami; makin diteror, makin 'gacor'. Upaya lanjutan kami bukan sekadar merespons teror, tetapi fokus pada substansi: mengawal kasus ini sampai aktor intelektualnya terungkap," tegasnya.