WAHANANEWS.CO, Jakarta - Fenomena atmosfer kembali menguat di sekitar Aceh setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa Bibit Siklon Tropis 95B yang muncul sejak Jumat (21/11/2025) mengalami peningkatan intensitas pada Rabu (26/11/2025).
Hasil pemantauan terkini menunjukkan bahwa sistem tersebut kini memicu potensi hujan lebat dan angin kencang di sejumlah wilayah pesisir yang berisiko terdampak langsung.
Baca Juga:
Gelombang 2,5 Meter Intai Laut NTT, Nelayan Diminta Waspada hingga 14 Januari
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani menyebut masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman cuaca ekstrem yang dipicu pengaruh Bibit Siklon 95B.
Ia menegaskan bahwa pemantauan dilakukan secara berkelanjutan dan para pemangku kepentingan diminta memastikan langkah mitigasi berjalan optimal guna menekan potensi kerugian.
“Pemerintah daerah siaga terhadap potensi dampak dari cuaca ekstrem seperti potensi banjir, banjir pesisir, dan pohon tumbang akibat angin kencang,” kata Faisal dalam keterangannya, Rabu (26/11/2025).
Baca Juga:
Banjir Terjang Halmahera Barat, Dua Warga Meninggal dan Ribuan Jiwa Terdampak
“Khusus bagi nelayan dan pelaku transportasi laut harus benar-benar memperhatikan kondisi gelombang tinggi yang berisiko menganggu keselamatan pelayaran, keamanan dan keselamatan merupakan prioritas utama kita bersama,” tambahnya.
Informasi mengenai wilayah terdampak menjadi perhatian setelah sistem tersebut menunjukkan tren penguatan dalam waktu singkat.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto menyampaikan bahwa berdasarkan analisis Rabu (26/11/2025) pukul 01.00 Wib, Bibit Siklon 95B masih berada di area perairan timur Aceh.