WAHANANEWS.CO, Jakarta - Sejumlah bencana hidrometeorologi terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada Jumat (27/2/2026), mulai dari angin kencang, kebakaran hutan dan lahan, hingga pergerakan tanah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di masing-masing wilayah bergerak cepat melakukan penanganan dan membantu warga terdampak.
Baca Juga:
Angin Kencang Rusak Belasan Rumah di Tulungagung, Banjir dan Longsor Landa Sejumlah Daerah
Angin kencang menerjang 11 rumah warga di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, setelah hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah tersebut.
Dari total rumah terdampak, satu unit mengalami kerusakan berat, sementara 10 lainnya rusak ringan.
Angin kencang menerjang 11 rumah warga di Kabupaten Blitar, Jawa Timur.
Baca Juga:
Hujan dan Angin Kencang Terjang Bogor Utara, Lima Rumah Rusak
Selain permukiman warga, satu unit fasilitas pendidikan turut mengalami kerusakan.
BPBD Kabupaten Blitar langsung turun ke lokasi untuk menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak.
Petugas bersama masyarakat setempat juga bergotong royong memperbaiki rumah yang mengalami kerusakan.
BPBD Kabupaten Blitar bersama warga bahu membahu perbaiki rumah yang rusak pascaditerjang angin kencang di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Jumat (27/2/2026). [Sumber foto: BPBD Kabupaten Blitar]
Di wilayah lain, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi sejak Rabu (25/2/2026) di Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, akhirnya berhasil dipadamkan oleh BPBD Kabupaten Parigi Moutong bersama tim gabungan.
Proses pemadaman sempat mengalami kendala akibat angin kencang yang membuat api cepat menyebar.
Masih di kabupaten yang sama, kebakaran kembali terjadi di Kecamatan Parigi Utara pada Jumat (27/2/2026).
Api melahap lahan seluas sekitar dua hektare. Tim gabungan yang tiba di lokasi berhasil mengendalikan dan memadamkan api sebelum meluas ke area lainnya.
Proses pemadaman lahan seluas dua hektar di Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah pada Jumat (27/2/2026). [Sumber Foto: BPBD Kabupaten Parigi Moutong]
Sementara itu, pergerakan tanah terjadi di Desa Bantargadung, Kecamatan Bantar Gadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Jumat (27/2/2026).
Peristiwa ini mengakibatkan 20 rumah warga mengalami kerusakan.
Berdasarkan hasil kaji cepat sementara, sebanyak 80 warga terdampak dan 24 di antaranya memilih mengungsi ke rumah kerabat yang dinilai lebih aman.
BPBD Kabupaten Sukabumi hingga kini masih melakukan asesmen lanjutan dan pemantauan di lokasi kejadian.
Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi pergerakan tanah susulan.
Prakiraan cuaca sepekan ke depan menunjukkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Maluku.
BPBD Kabupaten Blitar memberikan bantuan logistik dan bersama warga bahu membahu perbaiki rumah yang rusak pascaditerjang angin kencang di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Jumat (27/2/2026). [Sumber foto: BPBD Kabupaten Blitar]
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
Saat hujan lebat disertai angin kencang terjadi, masyarakat diminta tetap berada di dalam rumah atau berlindung di bangunan yang kokoh serta menghindari berteduh di bawah pohon rimbun, tiang reklame, maupun bangunan rapuh.
Untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan, masyarakat juga diingatkan agar tidak membakar sampah atau membuang puntung rokok sembarangan di lahan kering.
Pemerintah daerah diminta menyiapkan personel dan peralatan guna mengantisipasi kemungkinan kebakaran.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]