WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) secara resmi meluncurkan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang dikenal sebagai program bedah rumah di Provinsi Jawa Barat.
Program ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam mempercepat penanganan rumah tidak layak huni (RTLH), khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Baca Juga:
TNI AU dan Kementerian PKP Bahas Rusun Prajurit, Fokus di Lampung
Peluncuran program tersebut berlangsung pada Senin (13/4/2026) dan dihadiri langsung oleh Menteri PKP Maruarar Sirait, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, serta Bupati Bandung Dadang Supriatna.
Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa program BSPS merupakan salah satu instrumen utama pemerintah dalam memperbaiki kondisi rumah masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.
Baca Juga:
Pascakebakaran di NTB, Pemerintah Siapkan Permukiman Baru Berstandar Tipe 36
“Tahun lalu kuota BSPS di Jawa Barat sebanyak 6.374 unit, tahun ini kita tingkatkan secara signifikan menjadi 40.000 unit agar penanganan rumah tidak layak huni bisa lebih cepat,” ujar Menteri Ara.
Ia menjelaskan bahwa peningkatan kuota ini difokuskan pada wilayah-wilayah dengan kebutuhan tinggi, termasuk Kabupaten Bandung yang mengalami lonjakan signifikan dalam jumlah penerima bantuan.
“Khusus Kabupaten Bandung, tahun lalu hanya 35 unit, tahun ini kita tingkatkan menjadi 1.200 rumah. Ini bentuk keberpihakan kita agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” tegasnya.