WahanaNews.co | Proyek pinjaman daerah di beberapa provinsi dipantau Satgassus Pencegahan Korupsi Mabes Polri.
Total ada 3 kabupaten di Sulawesi Selatan yang mengikuti program penggunaan dana pinjaman daerah untuk pemulihan ekonomi nasional. Tiga daerah itu adalah Kabupaten Bulukumba, Takalar, dan Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan.
Baca Juga:
Skor di Atas Rata-rata, Kemenag Optimistis Capai Target Antikorupsi 2026
”Kabupaten Bulukumba tidak mendapatkan pinjaman dana PEN karena tidak mendapatkan rekomendasi dari Kemendagri,” ujar Hotman Tambunan, Kasubag Gassus Pencegahan Korupsi, Sabtu (15/10).
Sebenarnya segala persyaratan dan kriteria telah dipenuhi Pemkab Bulukumba. Rencananya pinjaman PEN tersebut digunakan untuk pembangunan pasar.
”Berdasar inspeksi Tim Mabes Polri, pasar di Kabupaten Bulukumba tersebut sudah seharusnya diperbaiki atau dibangun baru sehingga bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat,” papar Hotman.
Baca Juga:
KPK Gelar Sosialisasi Survey Penilaian Integritas Tahun 2023, Upaya Pencegahan Korupsi
Satgassus, lanjut dia, akan menjadikan hal itu sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki mekanisme persetujuan pinjaman daerah.
Di Kabupaten Takalar, dana pinjaman daerah PEN digunakan untuk peningkatan pembangun jalan dan rumah sakit umum daerah. Progress pekerjaan masih terlambat sehingga serapan anggaran masih rendah.
Satgassus pun meminta Sekda, Inspektorat, Kadis PUPR, dan Kadis Kesehatan Kabupaten Takalar memantau lebih sering dan lebih ketat.
”Agar pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu, tepat spesifikasi. Untuk pembangunan RS, secara khusus Satgassus Mabes Polri meminta agar lebih dipercepat,” terang Hotman.
Di Kabupaten Gowa, dana pinjaman PEN digunakan untuk pembangunan pasar dan peningkatan jalan. Pembangunan pasar masih terdapat beberapa ketidaksesuaian spesifikasi, sedangkan untuk pekerjaan peningkatan jalan relatif sudah baik tinggal dipercepat mengingat kontrak akan berakhir Desember.
Dari keseluruhan koordinasi yang dilakukan dengan tiga pemerintah daerah, Satgassus akan melakukan review lebih lanjut.
”Sehingga PEN benar-benar tepat sasaran, dilaksanakan tepat waktu sehingga dampaknya bisa cepat dirasakan masyarakat dan juga berdampak pada pemulihan ekonomi nasional,” ungkap Hotman.
Pada setiap kegiatan tersebut, satgassus bertemu dengan bupati ketiga daerah beserta jajarannya bersama dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI).
Anggota Satgassus Yudi Purnomo Harahap menyampaikan, kegiatan pemantauan dan pencegahan korupsi itu merupakan perintah Kapolri.
”Kapolri sangat peduli dan perhatian terhadap proses pemulihan dan pertumbuhan ekonomi daerah. Karena dengan sendirinya akan mendukung penguatan perekonomian nasional,” papar Yudi.
”Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan Satgassus pencegahan korupsi mengawal proyek yang dibiayai pinjaman PEN. Harapannya, jangan sampai terjadi penyelewengan ataupun tindak pidana korupsi yang bisa menghambat pergerakan perekonomian yang saat ini sedang bangkit,” tambah dia. [jat]