WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ancaman cuaca ekstrem kembali menghantui Indonesia setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mendeteksi kemunculan Siklon Tropis Narelle yang terus menguat di perairan selatan Tanah Air.
Fenomena ini berkembang cepat dari bibit siklon tropis menjadi sistem badai besar dengan peningkatan intensitas signifikan dalam waktu relatif singkat.
Baca Juga:
Kemlu Gencarkan Promosi BBTF 2026 ke 132 Negara, Bidik Puluhan Buyer Global
Siklon Tropis Narelle merupakan sistem badai yang terbentuk di atas perairan hangat dan berpotensi memicu gangguan cuaca luas meski pusatnya tidak melintasi daratan Indonesia.
Dampak tidak langsung tetap terasa dalam bentuk hujan lebat, angin kencang, serta gelombang tinggi di sejumlah wilayah Indonesia.
Secara ilmiah, siklon tropis terbentuk akibat perbedaan tekanan udara yang signifikan di wilayah laut hangat yang memicu terbentuknya pusat tekanan rendah disertai angin berputar dan awan hujan intens.
Baca Juga:
PP Tunas Resmi Berlaku, Pemerintah Wajibkan Platform Blokir Akun Anak di Bawah 16 Tahun
Proses pembentukan diawali dari gangguan atmosfer berupa bibit siklon yang kemudian berkembang ketika didukung suhu permukaan laut yang hangat serta kondisi atmosfer yang kondusif.
Siklon Tropis Narelle sendiri berasal dari Bibit Siklon Tropis 96P yang mulai terdeteksi aktif pada pertengahan Maret 2026 dan terus mengalami penguatan.
Perputaran angin dalam sistem ini dipengaruhi oleh efek rotasi bumi atau efek Coriolis yang memperkuat struktur badai hingga mencapai kategori siklon tropis.