WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembangunan infrastruktur sumber daya air di berbagai daerah, salah satunya di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi nasional dalam memperkuat ketahanan air sekaligus mendukung target swasembada pangan.
Baca Juga:
Antisipasi El Nino 2026, Kementerian PU Maksimalkan Bendungan dan Irigasi
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, secara langsung meninjau lokasi pembangunan sumur bor di Kecamatan Ngetos pada Sabtu (11/4/2026).
Kunjungan tersebut bertujuan memastikan percepatan penyediaan air baku, baik untuk kebutuhan masyarakat maupun sektor pertanian, khususnya dalam mengantisipasi potensi kekeringan saat musim kemarau.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Dody menegaskan bahwa ketersediaan air merupakan faktor vital yang sangat menentukan keberhasilan sektor pertanian.
Baca Juga:
Kementerian PU Digeledah, Seskab Teddy Dukung Kejati DKI
Tanpa dukungan air yang memadai, produktivitas lahan akan sulit ditingkatkan, sehingga berdampak pada stabilitas produksi pangan.
“Kemarin saya berkunjung ke sini, Pak Kepala Desa mengeluh karena wilayah ini tandus, kekurangan air, dan sawahnya masih tadah hujan,” ujar Dody dalam keterangannya, seperti dilansir pada Senin (13/4/2026).
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas segera melakukan pembangunan sumur bor dalam di dua titik strategis.
Salah satu lokasi pengeboran berada di Desa Oro-Oro Ombo yang selama ini mengalami keterbatasan sumber air.
“Kita sudah mulai melakukan pengeboran. Mudah-mudahan dalam waktu satu bulan air bersih sudah bisa keluar dan dimanfaatkan, tidak hanya untuk sawah, tetapi juga untuk masyarakat,” jelasnya.
Hasil survei geolistrik menunjukkan adanya potensi sumber air tanah pada kedalaman sekitar 130 hingga 150 meter.
Dari kedalaman tersebut, diperkirakan debit air yang dihasilkan mencapai dua hingga lima liter per detik.
Volume ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi sekitar 233 kepala keluarga atau sekitar 780 jiwa, sekaligus mendukung pengairan hingga 120 hektare lahan pertanian.
Sebagai bagian dari infrastruktur pendukung, proyek ini juga mencakup pembangunan rumah pompa, penyediaan tangki air berkapasitas 5.000 liter, serta pemasangan jaringan perpipaan yang dirancang sesuai dengan standar teknis agar distribusi air berjalan optimal.
Tak hanya fokus pada penyediaan sumber air, pemerintah juga menaruh perhatian pada efisiensi distribusi.
Menteri Dody menekankan pentingnya pembangunan jaringan irigasi hingga tingkat tersier agar air dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para petani.
“Air yang dialirkan ke sawah harus dimanfaatkan secara efektif dan efisien. Akan kita bangun juga saluran tersier agar distribusinya lebih optimal,” ujarnya.
Selain itu, Kementerian PU juga merencanakan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di kawasan tersebut.
Program ini bertujuan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan air bersih yang layak sekaligus mendukung perbaikan kualitas sanitasi.
“Yang utama adalah airnya dulu tersedia dengan kualitas yang baik. Setelah itu baru kita tingkatkan layanan sanitasi,” tambahnya.
Dengan adanya pembangunan sumur bor dan rencana pengembangan sistem air minum ini, pemerintah berharap intensitas tanam di wilayah tersebut dapat meningkat hingga dua sampai tiga kali dalam setahun.
Upaya ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Nganjuk secara berkelanjutan.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]