"Memalukan ini kita udah kaya OKP (organisasi kepemudaan, red) saja, waktu saya jadi ketua umum HIPMI, mencabut mandat bergabungnya HIPMI di KNPI dengan alasan bahwa HIPMI bukan OKP," tuturnya.
Bahlil menekankan HIPMI organisasi yang memiliki martabat, etika, dan moralitas yang tinggi dibandingkan perilaku organisasi lain.
Baca Juga:
Gubernur Banten Andra Soni Ajak HIPMI Garap Potensi Besar Sektor Agrikultur Daerah
"Jadi saya mohon kepada adik-adik, saya ini mantan aktivis, saya pernah jadi ketua senat, saya pernah di KNPI dan berproses di HMI," ujarnya.
Pria asal Fakfak, Papua Barat ini menambahkan bahwa perilaku kekerasan tidak dibenarkan terlebih ketika bergabung di dalam organisasi HIPMI.
"Tolong dibedakan saat kita masih jadi mahasiswa dan setelah gabung di organisasi yang sama-sama kita cintai ini," tukasnya.
Baca Juga:
Dolar AS Sempat Tembus Rp17.000, Pengusaha Ingakan Hal Ini!
Bahlil tidak menampik dirinya pernah memakai cara-cara khusus untuk meraih kemenangan sebagai Ketua Umum HIPMI.
Karena itu, Bahlil pun mengetahui siapa saja aktor yang berupaya menciptakan kericuhan di dalam jalannya munas.
"Karena ilmu ini dulu kita yang ciptakan, ilmu deadlock dalam sejarah munas HIPMI baru terjadi di Bandung dan itu hasilnya adalah saudara Bahlil Lahadalia, pelakunya adalah Rosan Roeslani," tegasnya.
Salah Paham