WAHANANEWS.CO, Jakarta - Banjir bandang menerjang Kampung Toweren, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, pada akhir November 2025.
Peristiwa tersebut dipicu curah hujan ekstrem akibat dampak Siklon Senyar yang mengguyur wilayah hulu dalam durasi panjang.
Baca Juga:
Ramadhan Berkah, PTAR Kembalikan Semangat dan Keceriaan Penyintas Lewat Trauma Healing
Kampung yang berada di kawasan perbukitan dataran tinggi Gayo itu memang dikenal rawan terhadap dinamika cuaca ekstrem.
Hujan deras berkepanjangan membuat lereng-lereng bukit tak mampu menahan debit air, sehingga arus banjir membawa lumpur serta ratusan gelondongan kayu hutan ke permukiman warga dan area persawahan.
Akibatnya, lahan pertanian yang menjadi sumber utama penghidupan masyarakat tertutup material kayu dan sedimen lumpur tebal.
Baca Juga:
Pemulihan Sektor Pertanian, Pemkab Tapteng Serahkan Batuan 94 Ton Benih Padi Kepada Petani
Alat berat dikerahkan untuk membantu pembersihan material potongan kayu yang menutupi areal persawahan pascabanjir di Toweran, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Minggu (22/2/2026).
Aktivitas pertanian pun terhenti karena kondisi sawah tidak memungkinkan untuk digarap.
Upaya pemulihan mulai dilakukan pada Minggu (22/2/2026). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah desa turun langsung ke lokasi untuk memimpin proses pembersihan.