Prioritas utama adalah membersihkan area persawahan agar masa tanam dapat segera dimulai kembali.
Material kayu yang terbawa arus banjir dievakuasi dan dipindahkan sementara ke lahan kosong milik warga yang dinilai lebih aman.
Baca Juga:
Pemulihan Sektor Pertanian, Pemkab Tapteng Serahkan Batuan 94 Ton Benih Padi Kepada Petani
Di tengah keterbatasan, masyarakat memanfaatkan sebagian kayu gelondongan tersebut sebagai bahan bangunan untuk memperbaiki rumah yang rusak, serta sebagai kayu bakar untuk kebutuhan sehari-hari.
Alat berat dikerahkan untuk membantu pembersihan material potongan kayu yang menutupi areal persawahan pascabanjir di Toweran, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Minggu (22/2/2026).
Namun, proses pemulihan tidak mudah. Volume material kayu yang besar dan luasnya area terdampak menjadi tantangan tersendiri.
Baca Juga:
Jadi Jembatan Hidup, Kapolsek Sibabangun Gendong Anak-anak Pengungsi Seberangi Sungai
Meski dilakukan secara gotong royong, percepatan penanganan dinilai mendesak.
BNPB bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait berencana menambah dukungan alat berat untuk mengeruk lumpur dan memindahkan kayu berukuran besar yang tidak dapat ditangani secara manual.
Sinergi pemerintah dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat pemulihan lahan pertanian serta mengembalikan aktivitas ekonomi warga Kampung Toweren secara bertahap.