WAHANANEWS.CO, Jakarta - Banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Melawi, Provinsi Kalimantan Barat, pada Kamis (8/1/2026) pagi.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 05.35 WIB setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan itu sejak dini hari, menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga.
Baca Juga:
Disdukcapil Tapteng Laksanakan Layanan Adminduk Jemput Bola Melalui "PROGRAM PANDAN KEREN"
Berdasarkan hasil pemantauan hingga Kamis sore sekitar pukul 17.45 WIB, genangan air masih terlihat di beberapa kecamatan.
Meski demikian, kondisi ketinggian muka air dilaporkan relatif stabil dan belum menunjukkan adanya peningkatan signifikan.
Secara keseluruhan, tercatat sebanyak 14 desa di empat kecamatan terdampak banjir.
Baca Juga:
Tidak Ada Kepastian, Nasib Pengontrak Rumah Korban Bencana Ekologis Tapteng Dipertanyakan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Melawi telah menurunkan personel ke lokasi terdampak untuk melakukan langkah-langkah penanganan darurat.
Selain melakukan pemantauan situasi, petugas juga menyampaikan informasi dan imbauan kewaspadaan kepada masyarakat, khususnya di wilayah yang berpotensi mengalami dampak lebih parah apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Adapun kecamatan yang terdampak bencana banjir meliputi Kecamatan Tanah Pinoh dengan empat desa, Kecamatan Tanah Pinoh Barat dengan tujuh desa, Kecamatan Belimbing yang mencakup dua desa, serta Kecamatan Ella Hilir dengan satu desa terdampak.
Banjir melanda Kecamatan Belimbing, kabupaten Melawi, Kalimantan Barat mencakup dua desa.
Pendataan sementara menunjukkan jumlah warga terdampak di empat kecamatan tersebut mencapai 1.027 kepala keluarga.
Hingga saat ini, BPBD terus melakukan pembaruan data untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat tertangani dengan baik.
Selain banjir, hujan deras juga memicu terjadinya tanah longsor di Desa Bemban Permai, Kecamatan Ella Hilir.
Material longsoran menutup akses jalan utama desa sehingga menghambat mobilitas warga. Upaya pembukaan jalur masih menunggu bantuan alat berat yang akan didatangkan ke lokasi terdampak.
Menyikapi potensi bahaya hidrometeorologi yang meningkat pada puncak musim hujan, BNPB mengimbau pemerintah daerah bersama masyarakat untuk tetap waspada dan siaga.
Berdasarkan prakiraan cuaca, wilayah Kalimantan Barat dalam dua hari ke depan masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat.
BNPB juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi seluruh sumber daya di daerah dalam mengantisipasi dampak bencana, baik banjir maupun tanah longsor.
Kesiapsiagaan personel serta kesiapan peralatan dan perlengkapan penanggulangan bencana harus dipastikan dalam kondisi optimal.
Apabila diperlukan proses evakuasi, BPBD diminta menjamin prosedur evakuasi berjalan aman dan lokasi pengungsian layak bagi warga terdampak.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]