Banjir bandang tersebut juga mengakibatkan kerusakan signifikan pada infrastruktur. Tercatat tujuh unit rumah hanyut, 29 unit rumah mengalami rusak berat, serta 112 unit rumah rusak ringan.
Sejumlah akses jalan terputus, dan beberapa bangunan perkantoran serta fasilitas umum mengalami kerusakan. Proses pendataan kerugian materiil masih terus dilakukan oleh petugas.
Baca Juga:
Banjir Dominasi Bencana Awal 2026, BNPB Laporkan Dampak di NTB dan Sitaro
Pemerintah daerah setempat telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro selama 14 hari, terhitung sejak 5 Januari hingga 18 Januari 2026, berdasarkan Keputusan Bupati Nomor 1 Tahun 2026.
Penanganan di lapangan masih berlangsung secara intensif dengan fokus utama pada pencarian korban hilang dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
BNPB juga mengingatkan bahwa dalam sepekan ke depan, kondisi cuaca di Indonesia diperkirakan masih didominasi hujan ringan hingga hujan lebat.
Baca Juga:
Banjir Terjang Halmahera Barat, Dua Warga Meninggal dan Ribuan Jiwa Terdampak
Potensi peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat perlu diwaspadai di berbagai wilayah, termasuk Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Papua Selatan, serta potensi angin kencang di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Papua Barat Daya.
Menyikapi kondisi tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat kesiapsiagaan.
Pemantauan rutin di wilayah rawan bencana diharapkan dapat meminimalkan risiko serta dampak bencana hidrometeorologi basah.