WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M. menegaskan bahwa upaya penanganan bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah terus dilakukan secara maksimal.
Pernyataan tersebut disampaikan saat ia berdialog langsung dengan warga terdampak di pos pengungsian Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Rabu (19/2/2026).
Baca Juga:
Banjir dan Cuaca Ekstrem Landa Lampung hingga Jawa Tengah
Kehadirannya merupakan tindak lanjut arahan Presiden agar penanganan bencana tetap berjalan optimal, terlebih di tengah pelaksanaan ibadah puasa Ramadan.
Ia menekankan bahwa kebutuhan dasar para pengungsi harus segera terpenuhi.
Dalam kesempatan itu, Suharyanto memastikan pemerintah akan membangun hunian sementara (huntara) bagi warga yang rumahnya rusak, sebelum nantinya dipindahkan ke hunian tetap (huntap).
Baca Juga:
Cegah Dampak Banjir, Sistem EWS Dipasang dari Hulu hingga Hilir Sungai Bekasi
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S. Sos., M.M. (kemeja hijau dan rompi hijau) saat berdialog dengan warga terdampak di pos pengungsian Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal pada Rabu (19/2/2026).
“Diibangun huntara sebanyak 900 unit, sementara telah disiapkan lahan untuk 500 unit,” ujar Suharyanto.
Untuk mempercepat proses pembangunan di tengah keterbatasan lahan, BNPB menawarkan opsi pembangunan huntara secara mandiri sesuai pilihan warga, dengan dukungan pemerintah desa dalam penyediaan lahan.