WAHANANEWS.CO, Jakarta - Memasuki awal pekan di bulan Januari, Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia hingga Sabtu (10/1/2026) pukul 07.00 WIB.
Berdasarkan laporan tersebut, bencana hidrometeorologi basah, khususnya banjir akibat curah hujan tinggi, masih mendominasi dan berdampak pada sejumlah daerah.
Baca Juga:
BNPB Targetkan Huntara di Kabupaten Agam Rampung Sebelum Ramadhan
Salah satu kejadian banjir dilaporkan melanda Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (8/1/2026) sekitar pukul 19.45 WIB.
Petugas BPBD Kabupaten Pati, melakukan asesmen terhadap dampak yag diakibatkan banjir yang terjadi di Kabupaten Pati, Sabtu (10/1/2026). [Sumber: BPBD Kabupaten Pati].
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap hingga menggenangi permukiman warga.
Baca Juga:
Stok Beras Nasional Capai 3,3 Juta Ton, Bulog Siap Hadapi Lonjakan Kebutuhan 2026
Dua desa di Kecamatan Dukuhseti terdampak, yakni Desa Tawang Rejo dan Desa Tegalombo. Sebanyak 75 unit rumah dilaporkan terendam banjir.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama tim gabungan segera melakukan penanganan darurat di lokasi terdampak.
Petugas BPBD Kabupaten Pati, melakukan asesmen terhadap dampak yag diakibatkan banjir yang terjadi di Kabupaten Pati, Sabtu (10/1/2026). [Sumber: BPBD Kabupaten Pati].
Hingga laporan terakhir, banjir di wilayah ini masih belum sepenuhnya surut dengan ketinggian air berkisar antara 10 hingga 55 sentimeter.
Selain Jawa Tengah, banjir juga terjadi di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat. Kejadian ini berlangsung pada Kamis (8/1/2026) setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Tiga kecamatan dilaporkan terdampak, yakni Kecamatan Budong-budong, Karossa, dan Tobadak. Hasil kaji cepat sementara mencatat sebanyak 41 unit rumah terdampak banjir.
Visual dampa yang terjadi akibat banjir di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Tenga, Sabtu (10/01/2026). [Sumber: BPBD Kabupaten Mamuju]
Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi banjir mulai berangsur surut dan warga setempat bergotong royong membersihkan rumah dari lumpur serta material sisa banjir.
Kejadian serupa turut dilaporkan di Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Hujan dengan intensitas tinggi memicu banjir pada Kamis (8/1/2026) sekitar pukul 07.30 WIB.
Petugas gabungan melakukan penyedotan dan pembersihan pascabanjir yang terjadi di Kota Bandar Lampung (10/01/2026). [Sumber: BPBD Kota Bandar Lampung]
Sebanyak 127 jiwa terdampak yang tersebar di delapan kecamatan, yaitu Kecamatan Kedaton, Labuhan Batu, Tanjung Karang Barat, Tanjung Karang Timur, Sukarame, Sukabumi, Kedamaian, dan Bumi Waras.
Berdasarkan laporan terkini per Jumat (9/1/2026), kondisi banjir di wilayah tersebut mulai berangsur surut.
Petugas gabungan melakukan penyedotan dan pembersihan pascabanjir yang terjadi di Kota Bandar Lampung (10/01/2026). [Sumber: BPBD Kota Bandar Lampung]
Sementara itu, di wilayah Kalimantan Selatan, banjir dilaporkan terjadi di Kabupaten Tapin. Banjir dipicu oleh curah hujan tinggi yang menyebabkan peningkatan debit air pada Sabtu (3/1/2026).
Sedikitnya 16 desa yang tersebar di enam kecamatan terdampak kejadian ini. BNPB mencatat sebanyak 3.660 jiwa terdampak, serta 14 unit fasilitas pendidikan ikut tergenang banjir.
Menyikapi rangkaian kejadian bencana tersebut, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan serta kewaspadaan, terutama di tengah potensi hujan dengan intensitas tinggi.
Masyarakat juga diharapkan dapat melakukan langkah mitigasi sederhana, seperti evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman apabila hujan deras berlangsung lebih dari satu jam dan debit air menunjukkan peningkatan signifikan.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]