WAHANANEWS.CO, Jakarta - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif percepatan program pengolahan sampah menjadi energi listrik atau Waste to Energy (WtE) yang tengah didorong pemerintah di berbagai daerah.
Program ini dinilai bukan hanya solusi bagi persoalan lingkungan dan penanganan sampah nasional, tetapi juga memiliki kontribusi strategis terhadap perekonomian nasional dalam jangka panjang melalui berbagai dampak lanjutan yang dihasilkan.
Baca Juga:
Wabup Toba Sampaikan Hasil Workshop Pengolahan Sampah di Jepang
Ketua Umum Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, mengatakan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) merupakan langkah tepat lantaran memadukan tiga kepentingan sekaligus, yakni pengelolaan lingkungan, ketahanan energi, dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Program pengolahan sampah menjadi energi listrik merupakan solusi masa depan bagi Indonesia. Selain mengatasi persoalan sampah yang terus meningkat, proyek ini juga membuka peluang ekonomi baru, meningkatkan kesehatan masyarakat, dan memperkuat sistem energi nasional yang berkelanjutan,” kata Tohom, Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, hasil kajian yang menyebutkan satu unit PLTSa dapat memberikan dampak lanjutan ekonomi, sosial, dan kesehatan hingga Rp8 triliun sampai Rp14 triliun dalam periode 30 tahun menunjukkan bahwa investasi di sektor ini memiliki multiplier effect yang sangat besar.
Baca Juga:
TPA Cipeucang Ditutup, Tangsel Rogoh Rp90 Juta per Hari untuk Buang Sampah ke Cileungsi
“Jika kita melihat dari perspektif ekonomi makro, angka eksternalitas itu menunjukkan bahwa pengolahan sampah bukan sekadar proyek lingkungan, tetapi investasi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat. Negara bisa menghemat biaya kesehatan, mengurangi konflik sosial akibat persoalan sampah, sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru dari energi,” ujarnya.
Tohom menilai konsep eksternalitas yang muncul dari proyek WtE menjadi indikator bahwa pembangunan energi masa depan tidak lagi hanya mengandalkan sumber daya alam konvensional, tetapi juga harus mengoptimalkan sumber daya yang selama ini dianggap limbah.
“Indonesia menghasilkan jutaan ton sampah setiap tahun. Jika sebagian besar bisa diolah menjadi energi, maka kita tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga menciptakan sumber listrik baru yang stabil bagi masyarakat,” jelasnya.