WAHANANEWS.CO, Jakarta - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengungkapkan skema rekayasa lalu lintas di Tol Trans Jawa saat arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1447 H atau 2026.
Kepala Korlantas Polri, Agus Suryonugroho mengatakan rekayasa lalu lintas di Tol Trans Jawa akan menggunakan skema contraflow dan one way.
Baca Juga:
Ruas Tol Sumatera Terdampak Bencana, Hutama Karya Pastikan Penanganan Cepat
"Rekayasa lalu lintas saat arus mudik dan balik, kami akan gunakan kebijakan contraflow dan oneway, seperti yang sudah diberlakukan tahun-tahun sebelumnya. " kata Agus saat ditemui wartawan setelah melepas keberangkatan Liputan Mudik Transmedia, Jumat (13/3/2026).
Rekayasa lalu lintas ini akan diberlakukan jika jumlah kendaraan yang melintas Tol Trans Jawa, utamanya Tol Jakarta-Cikampek (Japek) sudah mencapai sekitar 5.500 kendaraan.
"Nanti akan dilihat parameternya. Di KM 47 Tol Jakarta-Cikampek itu ada radar yang bisa menghitung kendaraan yang melintas satu jam berturut-turut, apabila kendaraan yang melintas sudah capai 5.500, kami akan lapor ke Kapolri, agar bisa diterapkan langkah-langkah manajemen rekayasa lalin," lanjut Agus.
Baca Juga:
Jasa Marga Minta Maaf, 7 Gerbang Tol Dibakar-Layanan Ditutup Sementara
Adapun rincian skemanya yakni jika kendaraan melintasi Tol Japek sudah melebihi kapasitas pertama, maka akan diberlakukan contraflow lajur satu mulai dari KM 47 sampat dengan KM 70. Jika sudah dilakukan contraflow lajur 1 kendaraan masih meningkat, maka akan diberlakukan contraflow lajur 2. Namun, jika contraflow lajur kedua sudah diberlakukan masih mengalami peningkatan, maka akan diberlakukan one way.
"Jadi yang pertama, contraflow lajur satu. Begitu ada bangkitan arus yang cukup deras, kami akan mengeksekusi manajemen rekayasa contraflow lajur dua. Apabila lajur satu, lajur dua itu ternyata masih tinggi, kami akan lakukan one way sepenggal tahap pertama di ruas one way nasional, itu dari KM 70 sampai kilometer 236. Kalau tahun lalu hanya sampai di KM 188, tapi kita tetap akan evaluasi," jelasnya.
Dengan mekanisme itu, pihaknya berharap akan memperlancar arus lalu lintas di Tol Jakarta-Cikampek. Pihaknya akan memprioritaskan kendaraan dari Jakarta menuju ke Trans Jawa.