Penempatan huntara diarahkan agar sesuai dengan prinsip tata ruang berbasis pengurangan risiko bencana, sehingga tidak berada kembali di kawasan rawan.
Kepala BNPB memastikan bahwa pembangunan huntara ditargetkan selesai dan siap dihuni sebelum memasuki bulan Ramadan, demi memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi warga dalam menjalankan ibadah.
Baca Juga:
Banjir dan Karhutla Warnai Akhir Januari, BNPB Imbau Waspada Cuaca Ekstrem
“Prosesnya sudah terarah dan semakin baik. Saya minta agar huntara ini dapat selesai sebelum bulan ramadan tahun ini,” jelas Suharyanto.
Di Desa Paya Rabo Lhok, kondisi huntara yang telah dibangun dipastikan berada dalam keadaan aman dan layak huni, serta didukung dengan fasilitas dasar seperti akses air bersih dan sanitasi.
Pemulihan sektor perumahan dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun kembali ketahanan masyarakat pascabencana, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun kesehatan lingkungan.
Baca Juga:
BNPB Percepat Pemulihan Sekolah dan Hunian Warga Terdampak Bencana di Aceh Timur
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M., (topi rompi hijau) menyapa dan memberikan bantuan kepada warga terdampak bencana banjir di Desa Babah Krueng, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Kamis (29/1/2026).
Kehadiran langsung Kepala BNPB di Aceh Utara menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan seluruh proses pemulihan berjalan efektif dan tepat sasaran.
Negara hadir tidak hanya melalui kebijakan dan program, tetapi juga melalui keterlibatan langsung di lapangan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak benar-benar terpenuhi.