"Karena memang sudah tak sejalan
dengan core value tersebut, maka
tidak memandang siapa dan apa jabatannya, maka kami persilakan untuk berkarier
di tempat lain," ucap Erick.
Erick pun menjelaskan, ada kelemahan secara sistem yang membuat kasus antigen bekas
dapat terjadi.
Baca Juga:
Kolaborasi Kemenpar dan Kemenpora Dorong Pengembangan Sports Tourism Berkelanjutan
Hal ini berdampak luas bagi
kepercayaan masyarakat.
Menurut Erick, sebagai perusahaan
layanan kesehatan, rasa kepercayaan yang diperoleh dari
kualitas pelayanan menjadi hal yang tak bisa ditawar.
"Akumulasi dari seluruh hal
tersebut membuat kami berkewajiban untuk mengambil langkah ini. Ini bukan
langkah untuk menghukum, tapi langkah untuk menegakkan dan memastikan bahwa
seluruh BUMN punya komitmen untuk melayani, melindungi, dan bekerja untuk
kepentingan masyarakat," ungkap Erick.
Baca Juga:
Indonesia Lampaui Target Emas di Hari Kedua SEA Games 2025, Tiga Cabor Tampil Mengejutkan
Saat ini, auditor independen sedang
bekerja juga untuk memeriksa semua lab yang ada di bawah Kimia Farma. [dhn]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.