“Harga sudah relatif normal setelah distribusi pasokan barang dapat kembali lancar. Memang masih ada kenaikan harga daging ayam karena pasokan masih diambil dari Medan dan Riau karena peternakan di Aceh rata-rata terdampak bencana. Akan tetapi, kenaikan harga masih dalam rentang wajar, secara umum kita berharap ini menjadi indikator awal pemulihan di sektor ekonomi Gayo Lues pascabencana,” jelas Budi.
Setelah memastikan pemulihan sektor logistik dan ekonomi, Deputi Bidang Penanganan Darurat melanjutkan agenda kunjungan ke SMP Negeri 1 Dabun Gelang.
Baca Juga:
Banjir dan Cuaca Ekstrem Landa Lampung hingga Jawa Tengah
Aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut telah kembali berjalan normal.
Meski demikian, masih dibutuhkan dukungan sarana penunjang, khususnya peralatan olahraga bagi siswa.
Kebutuhan tersebut akan dikoordinasikan dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai bagian dari upaya pemulihan sektor pendidikan pascabencana.
Baca Juga:
Cegah Dampak Banjir, Sistem EWS Dipasang dari Hulu hingga Hilir Sungai Bekasi
Agenda kunjungan ditutup dengan meninjau progres pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak di Desa Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang.
Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan (rompi cokelat BNPB) melihat perkembangan pembangunan huntara di Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, Jumat (30/1/226).
Di lokasi ini tengah dibangun 133 unit huntara, dengan 25 unit di antaranya telah rampung dan siap dihuni.